Senin, 24 September 2018

Banyuwangi Bisa Jadi Solusi Impor Bawang Putih

Jum'at, 23 Februari 2018 17:36:27 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Banyuwangi Bisa Jadi Solusi Impor Bawang Putih

Banyuwangi (beritajatim.com) - Seluas 116 hektare tanaman bawang putih kini tengah dikembangkan di Banyuwangi. Lahan itu berada di wilayah Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

"Banyuwangi bisa menjadi sentra baru bawang putih. Kita harapkan ke depan lahannya bisa tambah luas karena potensi pengembangannya juga masih besar," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Spudnik Sujono Kamino di Banyuwangi, Jum'at (23/2/2018).

Bawang putih ini, kata Spudnik, diklaim memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam satu hektar bisa mencapai 15 ton, jika dihitung dalan skala setahun diperkirakan mencapai 4000 ton bawang putih basah.

“Saya optimistis bawang putih cocok di sini dan tumbuh baik. Pengembangan ini didampingi Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Kondisi ini sejalan dengan tujuan pemerintah yang sedang membangkitkan kembali kejayaan produksi bawang putih di Indonesia yang sempat hilang. Bahkan, sejak 1990 negeri ini harus memenuhinya dengan impor.

"Selama ini mayoritas kebutuhan bawang putih dalam negeri masih dipenuhi melalui impor, seperti dari Tiongkok, Thailand, dan Mesir. Indonesia baru memproduksi bawang putih sebanyak 20 ribu ton per tahun," katanya.

Pemerintah berupaya untuk meningkatkan produksi lokal.

"Sekarang, Banyuwangi digarap dan rupanya sukses, kayak mimpi saja. Semakin banyak sentra yang dikembangkan, kita bertahap mengurangi ketergantungan impor,” kata Spudnik.

Jenis bawang putih yang ditanam di Banyuwangi merupakan jenis lokal lumbu hijau dan lumbu kuning dengan kualitas lebih baik daripada impor. Meskipun ukurannya lebih kecil, rasanya lebih tajam.

"Rencananya nantinya akan ditingkatkan menjadi 145 hektar," ungkapnya.

Bawang putih di Banywuangi mulai dikembangkan pada November 2017 lalu, bermitra dengan perusahaan swasta. Panen perdana 4 Maret mendatang.

"Nantinya hasil produksi akan dipilah, ada yang dijadikan bibit dan ada yang didistribusikan ke berbagai daerah,” kata Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan.

Pemerintah daerah selama ini aktif mendampingi kelompok tani yang bekerja mengolah lahan bawang putih. Banyuwangi mendapatkan beberapa keuntungan dengan dibukanya pertanian bawang putih. Salah satunya penyerapan tenaga kerja.

“Tenaga kerja rutin yang diserap 900-1.000 orang. Jadi ini sangat padat karya sesuai kebijakan Presiden Jokowi,” jelas Arief.

Arief menambahkan, pihaknya dalam proses menyiapkan lahan bawang putih untuk dikelola rakyat.

“Sedang kami siapkan 25 hektar pertanian bawang putih yang akan dikelola rakyat dengan pendampingan dari kami tentunya,” pungkasnya. [rin/but]

Tag : pertanian

Komentar

?>