Senin, 22 Oktober 2018

Mau Tahu Cara agar Warga Jujur dalam Urusan Pajak?

Jum'at, 23 Februari 2018 16:12:11 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Mau Tahu Cara agar Warga Jujur dalam Urusan Pajak?

Jember (beritajatim.com) - Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur III Rudy Gunawan Bastari mengatakan, jumlah wajib pajak yang memiliki kepatuhan material atau jujur dalam melaporkan kewajibannya hanya sekitar 20-30 persen.

"Konsep kami adalah self assessment. Wajib pajak menghitung, melapor, dan setor sendiri. Selama ini DJP harus menemukan dulu bukti (bahwa pembayaran pajak tidak sesuai dengan kenyataan). Yang kami perlukan data, informasi dan laporan," kata Bastari, saat berkunjung ke Kabupaten Jember, Kamis (22/2/2018).

Sebenarnya dengan metode self assessment, pemerintah berharap tingkat kepatuhan material makin tinggi. Jika kemudian ternyata tingkat kepatuhan material masih rendah, Bastari mnenyebut ada yang salah. "Ada tools yang kurang lengkap. Di negara-negara maju, sistemnya sudah terintegrasi dengan DJP di sana," jelasnya.

"Problem kita, informasi masih sepotong-sepotong. Sekarang sudah mulai bagus, tapi belum sebaik negara-negara maju. Maka tahun 2018, kami memperkenalkan keterbukan informasi. Otoritas pajak kita sudah diakui internasional. Kita sudah lolos persyaratan yang mengharuskan kita bisa saling menukar informasi. Mulai April 2018, kita sudah menerapkan itu," kata Bastari.

"Sudah tidak zamannya lagi berkelit dengan pajak, karena akan menimbulkan masalah. Lebih bagus kita berkolaborasi (collaborative compliance)," kata Bastari.

Bagaimana cara meningkarkan kesadaran wajib pajak? "Yang namanya kepatuhan, untuk bisa jadi kepatuhan sukarela, syaratnya banyak, di antaranya sistem, informasi, ketersediaan data. Itu hanya ada di universitas, text book. Tapi kenyataannya kepatuhan sukarela tidak ada. Kepatuhan sukarela harus dengan pengawasan ketat dan penegakan hukum. Jadi orang itu patuh karena diharuskan untuk patuh, karena kalau tidak patuh bisa masuk penjara. Mau tidak mau akhirnya dia harus patuh. Kepatuhan itu awalnya harus dipaksa," kata Bastari. [wir/kun]

Komentar

?>