Minggu, 24 Juni 2018

Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jatim III Terbaik Kedua Nasional

Kamis, 22 Februari 2018 22:44:59 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Penerimaan Pajak Kanwil DJP Jatim III Terbaik Kedua Nasional

Jember (beritajatim.com) - Realisasi penerimaan pajak di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III di luar amnesti pajak menduduki peringkat kedua terbaik nasional setelah Banten dan peringkat tiga nasional untuk pertumbuhan.

Realisasi target penerimaan pajak di Jatim III mencapai 101,56 persen dari target Rp 25,7 triliun atau setara dengan Rp 26,1 triliun. Jumlah wajib pajak bayar pun mengalami pertumbuhan 42 persen dan jumlah wajib pajak terdaftar tumbuh 9,39 persen pada 2017. 

"Total pertumbuhan penerimaan adalah 15,22 persen, atau 21,89 persen di luar amnesti pajak," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Timur III Rudy Gunawan Bastari, saat berkunjung ke Kabupaten Jember, Kamis (22/2/2018).

Kanwil DJP Jatim III meliputi Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) antara lain di Kabupaten Jember, Situbondo, Probolinggo, Banyuwangi, Malang, Kediri, Pasuruan, Batu. Tulungagung, Blitar, Nganjuk, Lumajang, dan Bondowoso.

Ada sembilan KPP yang mencapai realisasi lebih dari 100 persen, tiga KPP merealisasikan lebih dari 90 persen, tiga KPP merealisasikan lebih dari 80 persen. "KPP Madya Malang menduduki peringkat 1 nasional kategori KPP Strategis Penentu Penerimaan,' kata Bastari.

Bastari berharap 15 KPP di bawah Kanwil DJP Jatim III bisa merealisasikan penerimaan 100 persen tahun ini. "Potensinya ada, karena di penerimaan Januari sampai Februari, dari sisi pertumbuhan kami menempati peringkat sembilan nasional, dan itu bisa dikoreksi karena masih ada restitusi di beberapa kanwil yang belum dikeluarkan. Kami optimistis pada 2018," jelasnya.

Bastari berharap para wajib pajak meningkatkan kepatuhan formal dan material. "Kalau kepatuhan formal kita bisa di atas 80 persen. Kalau kepatuhan material adalah pengisian SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) apakah benar atau belum," katanya.

Bastari mengatakan sudah ada collaborative compliance sejak 2017. "Kami menggunakan pendekatan baru yang intinya kami bekerjasama dengan wajib pajak dalam arti positif untuk sama-sama meningkatkan kepatuhan. Kalau dulu kami tiba-tiba mengirimkan surat pemeriksaan dan membuat wajib pajak merasa dizalimi, sekarang kami duduk bareng. Tentunya kedua belah pihak harus sama-sama punya kepercayaan. Kami lebih proaktif bertemu wajib pajak. Idenya memberikan informasi kepada mereka (soal nominal pajak yang harus dibayar)," katanya.

Saat ini di wilayah Kanwil DJP Jatim III, tercatat ada 1,9 juta wajib pajak. "Yang sudah melaporkan tepat waktu 82 persen. Kami akan tingkatkan terus," kata Bastari. [wir/but]

Tag : pajak

Komentar

?>