Kamis, 16 Agustus 2018

PPL Pertanian Dapat Pelatihan Efektivitas Penggunaan Pestisida

Rabu, 14 Februari 2018 18:17:55 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
PPL Pertanian Dapat Pelatihan Efektivitas Penggunaan Pestisida

Bojonegoro (beritajatim.com) - Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro bersama dengan TIRTA (Tertiary Iirigation Technical Assistance) menyelenggarakan lokakarya bertajuk Penggunaan Surfaktan untuk Meningkatkan Efektivitas Pestisida pada Budidaya Padi, di Hotel Aston Bojonegoro, Rabu (14/2/2018).

Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro, Ahmad Jupari, mengatakan, tren penggunaan pestisida berbasis kimia yang semakin meningkat sehingga selain menambah jumlah pengeluaran pada produksi petani juga berdampak pada lingkungan. "Harus ada langkah yang perlu diambil untuk memastikan efisiensi dan efektivitas dari penggunaan pestisida," ujarnya.

Djupari mengimbau, dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, Dinas Pertanian mendorong kepada petani agar memprioritaskan penggunaan agens hayati. Namun, jika pengendalian tersebut sudah tidak mampu menanggulangi, petani diharapkan memilih pestisida berlabel hijau yang aman dan ramah lingkungan.

"Saya menghimbau pelaku usaha di bidang pestisida agar tidak hanya menjual produk, tetapi juga melakukan demoplot bekerjasama dengan kelompok tani sebagai bentuk edukasi kepada petani," imbuhnya.

Product and Market Development Manager, Riki Rivaldi mengatakan, penggunaan surfaktan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan pestisida ini karena memiliki efek perekat, perata dan penembus sehingga pestisida yang disemprotkan dapat merekat lebih lama ke tanaman dan mampu mengendalikan hama dan penyakit lebih cepat.

"Inilah salah satu peranan surfaktan untuk mencegah terjadinya resistensi (kekebalan) dan resurjensi (ledakan/boom) hama dan penyakit. Surfaktan dapat dicampur dengan pestisida ataupun pupuk daun pada saat aplikasi penyemprotan," ungkapnya.

Sehingga diharapkan, PPL Dinas Pertanian Bojonegoro dapat lebih memahami manfaat dari penggunaan surfaktan terhadap komoditas padi. Selain itu, para PPL juga diajak untuk dapat membina petani padi di Bojonegoro untuk menggunakan produk surfaktan, sehingga penggunaan pestisida dapat digunakan secara efisien dan efektif, serta sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Sekadar diketahui, Tirta merupakan program kerjasama antara Pemerintah Australia dan Pemerintah di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (Kementerian PUPR). Acara ini dikuti oleh 155 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Dinas Pertanian Bojonegoro dan turut dihadiri oleh lima perwakilan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang pestisida dan surfaktan. [lus/but]

Tag : pertanian

Komentar

?>