Senin, 15 Oktober 2018

Sektor Pertanian Masih Jadi Tumpuan Ekonomi Warga Bojonegoro

Sabtu, 10 Februari 2018 17:35:03 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Sektor Pertanian Masih Jadi Tumpuan Ekonomi Warga Bojonegoro
foto: ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) - Sektor pertanian masih menjadi tumpuan perekonomian masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. 

Pada sektor produksi pertanian di Bojonegoro tidak hanya padi yang menjadi produksi utama. Tapi juga jagung, bawang merah, kacang tanah, dan tembakau. 

"Jika dibandingkan dengan industri minyak dan gas bumi, pertanian masih cukup besar menampung tenaga kerja," kata Sekretaris Dinas Pertanian Bambang Sutopo, Sabtu (10/2/2018). 

Namun, kondisinya saat ini lahan pertanian di Bojonegoro terus mengalami penyusutan. Dari sepanjang tahun 2017, ada sekitar 77 ribu hektar mengalami penyusutan sebesar 600 hektar lebih untuk Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, serta 25.317 meter persegi untuk pengembangan perumahan. 

"Penyusutan dikarenakan adanya industri migas dan perumahan yang terus berkembang," ungkapnya.

Selain dibidang lahan pertanian, tampungan tenaga kerja disektor pertanian dari kebutuhan buruh tani, juga mengalami penurunan. "Untuk menangani masalah tenaga kerja yang mulai berkurang kami upayakan cara lain. Salah satunya memanfaatkan bantuan alat pertanian dari pemerintah pusat," ungkapnya.

Dengan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) tersebut, maka petani tidak lagi membutuhkan tenaga kerja dengan jumlah yang banyak. Alsintan yang diberikan kepada petani di Bojonegoro diantaranya,hand traktor, transplanter, excavator, dan traktor. 

"Ada juga meskin pemotong dan penanam padi otomatis yang sangat membantu petani saat ini," tukasnya. 

Dia menyatakan, jumlah kelompok tani di 28 Kecamatan saat ini total mencapai 1.526 tenaga kerja. Sementara jumlah petani di masing-masing desa berbeda-beda tergantung luas lahan pertanian. "Misalnya di Kecamatan Sukosewu saja, jumlah petani mencapai 11.000 orang," tukasnya. 

Meski terjadi pengurangan lahan dan tenaga kerja disektor pertanian, namun menurutnya perkembangan produksi pertanian tanaman padi, jumlahnya terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 mencapai 802.528,20 ton, tahun 2014 sebesar 847.847 ton, tahun 2015 sebesar 907.837 ton, 2016 dan 2017 sebesar 1.050.072 ton.

"Jumlah tersebut, hampir merata dihasilkan seluruh Kecamatan di Bojonegoro. Hanya saja, paling banyak di Kecamatan Kanor," imbuhnya. [lus/ted]

Tag : pertanian

Komentar

?>