Minggu, 19 Agustus 2018

Puluhan Hektar Padi di Kediri Terserang Hama Burung Pipit

Jum'at, 02 Februari 2018 07:29:34 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Puluhan Hektar Padi di Kediri Terserang Hama Burung Pipit

Kediri (beritajatim.com)- Puluhan hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Semen Kabupaten Kediri ludes diserang hama burung pipit. Petani pesimistis hasil panen tahun ini mampu mencukupi biaya operasional yang sudah dikeluarkan.

Para petani di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri harus menjaga tanaman padinya secara ekstra setiap hari. Mereka mengandalkan usaha mengusir burung pipit dengan bunyi-bunyian dari kaleng dan memasang orang-orangan di sawah.

Sunarti mengaku, dirinya selalu berangkat pagi hari dan pulang sore untuk menjaga tanaman padinya. Sebab, apabila lengah satu hari saja, biji padi yang kini mulai menguning dipastikan amblas terserang burung.

"Sudah dua minggu ini kami harus menunggu sawah setiap hari. Mengawasi tanaman dari serangan hama burung. Lengah sedikit saja, ribuan burung datang memangsa padi," kata Sunarti ditemui di sawahnya, Jumat (2/2/2018).

Hama burung pipit mulai menyerang tanaman padi sejak tanaman memasuki masa berbuah. Burung pipit bukan hanya memakan bulir padi muda tetapi memangsa bijih benih padi apabila tidak dijaga.

Petani memastikan produktifitas pertanian tahun ini bakal merosot tajam hingga 70 persen. Pasalnya, selain burung pipit juga diperparah oleh hama tikus. Hewan got ini menyerang tanaman padi pada malam hari saat petani sudah di rumah.

Petani harus patroli keliling sawah. Mereka membawa alat penghasil suara, seperti kaleng yang dipukul-pukul atau galah yang ujungnya dipasang plastik untuk menakut nakuti burung. Sementara untuk hama tikus, petani menanggulangi menggunakan obat pestisida. Akan tetapi hasilnya kurang efektif.

Serangan hama burung pipit dan tikus ini merata di seluruh desa di wilayah Kecamatan Semen. Luas lahan serangan diperkirakan mencapai puluhan hektar.

Sementara itu, cara tradisonal dengan memasang orang-orangan sawah dan bunyi-bunyian dari kaleng dirasa kurang efektif, sehingga petani minta bantuan obat pestisida dan bom mercon dari pemerintah untuk menakut-nakuti hama. Petani juga berharap bantuan jaring yang lebar untuk menghalau burung. [nng/suf]

Tag : pertanian

Komentar

?>