Minggu, 19 Agustus 2018

Cegah Kelangkaan Pupuk di Daerah, Proses Penyaluran Dipercepat

Jum'at, 26 Januari 2018 17:56:23 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Cegah Kelangkaan Pupuk di Daerah, Proses Penyaluran Dipercepat

Gresik (beritajatim.com) - PT Pupuk Indonesia (persero) mempercepat proses penyaluran pupuk bersubsidi di daerah untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk menjelang musim tanam di awal tahun 2018. 

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad Tossin Sutawikara menuturkan, terkait dengan penyaluran pupuk bersubsidi. 

Pihaknya telah mengkoordinir para produsen pupuk yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia untuk mempercepat proses penyaluran. Mulai dari lini II hingga IV (distributor). 

"Dari sisi stok, secara nasional aman. Kami sudah menyiapkan stok di gudang-gudang lini II dan III melebihi ketentuan pemerintah sehingga cukup untuk menghadapi musim tanam," ujarnya kepada beritajatim.com, Jumat (26/01/2018). 

Selain di lini II dan III lanjut Achmad Tossin, pihaknya juga mempercepat proses pengiriman hingga kios. Untuk itu, agar pupuk bersubsidi tepat sasaran para distributor dan kios segera menebus pupuk sesuai dengan alokasinya sehingga tidak terlambat diterima petani.

"Kami juga telah menugaskan kepada para produsen pupuk untuk mewajibkan distributornya agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi di setiap kios. Setiap kios harus mempunyai stok pupuk non subsidi jenis urea dan NPK," tuturnya.

Saat ini, total stok pupuk nasional cukup untuk kebutuhan sebulan ke depan. Total stok pupuk hingga 25 Januari 2018, secara nasional di Lini III dan IV, atau di gudang kabupaten dan kios sebesar 1.148.568 ton. 

Jumlah tersebut dua kali lipat dari ketentuan stok yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 581.161 ton. Jumlah ini belum termasuk dengan stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi. 

Adapun rincian stok nasional di Lini III dan IV yang terdiri dari 403.360 ton Urea, 374.725 ton NPK, 151.308 ton SP-36, 130.155 ton ZA, dan 88.898 ton pupuk organik.

Sedangkan realisasi penyaluran hingga 24 Januari 2018 adalah sebesar 294.792 ton untuk urea, 47.722 ton untuk SP36, 64.953 ton pupuk ZA, dan 114.853 ton pupuk NPK. 

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini, Pupuk Indonesia menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian di daerah agar distribusi bisa tepat waktu dan tepat sasaran. [dny/ted]

Tag : pupuk

Komentar

?>