Jum'at, 17 Agustus 2018

OJK Kediri Cegah Masuknya Investasi Bit Coin Karena Ilegal

Selasa, 23 Januari 2018 23:16:39 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
OJK Kediri Cegah Masuknya Investasi Bit Coin Karena Ilegal

Kediri (beritajatim.com) – Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri berusaha mencegah masuknya investasi bit coin yang kini mulai marak di beberapa daerah. Dimana dalam prakteknya, mereka juga mencatut beberapa nama bank konvensional.
 
BI sudah mengeluarkan larangan, bahwa alat tukar virtual termasuk bitcoin yang tengah diperbincangkan dunia, tidak diakui sebagai alat pembayaran sah di indonesia. Hal itu sesuai ketentuan dalam Undang-undang nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang. Dalam aturan itu, alat pembayaran yang sah di kawasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah rupiah.

Kepala OJK Kediri, Slamet Wibowo mengatakan, pihaknya berharap masyarakat tidak gampang kepincut terkait investasi baik dikemas dalam bentuk seminar maupun lainnya. Termasuk bitcoin yang keberadaanya dinilai ilegal, karena bi sudah mengeluarkan larangan menggunakan alat pembayaran tersebut.
 
"Ada beberapa kelemahan dari investasi bitcoin, yakni fluktuasi harganya sangat tajam dan dari sisi legalitas. sehingga jika ada penipuan, maka masyarakat akan kesulitan melakukan pengaduan dan perlindungan," kata Slamet Wibowo, Selasa (23/1/2018).
 
Lebih lanjut, selama ini dikediri dan sekitarnya ada beberapa bentuk bitcoin yang dipasarkan. Bahkan dalam promonya menyatakan telah bekerjasama dengan bank konvensional. Terkait hal ini, OJK bakal memanggil bank konvensional tersebut untuk dilakukan klarifikasi.

Seperti diketahui, yang dikenal sebagai mata uang kripto atau cryptocurrency semakin banyak menarik minat orang untuk berinvestasi. hal ini wajar, mengingat cryptocurrency sedang populer di kalangan warganet, yang menjadikannya sebagai cara baru mengakses uang di luar sistem keuangan konvensional. [nng/suf]

Tag : ojk kediri

Komentar

?>