Sabtu, 20 Oktober 2018

Mentan: Penen Raya Tahun Ini Harus Diserap Bulog

Selasa, 23 Januari 2018 00:43:05 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Mentan: Penen Raya Tahun Ini Harus Diserap Bulog

Bojonegoro (beritajatim.com) - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa musim panen pada Januari hingga Maret 2018 ini harus bisa diserap sepenuhnya oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

"Perum Bulog biasanya hanya menyerap antara 400 sampai 600 ton perminggu, panen ini target harus bisa menyerap 2,2 juta ton sampai Juni 2018," jelasnya, Senin (22/1/2018).

Andi Amran menjelaskan, kebijakan pemerintah dalam mengatasi permasalahan empat komoditas strategis saat ini mulai terjawab. Seperti misalnya harga jagung yang mulai dikunci dengan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang harga jagung secara nasional sebesar Rp3.150 per kilogram.

"Dan yang terjadi sekarang semua lahan ditanami jagung, termasuk pematang. Karena kebijakannya tepat. Satu persatu sekarang mulai tercapai target empat komuditas strategis," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, mengungkapkan, permasalahan kelangkaan beras ini harusnya bisa diselesaikan dengan cara serapan beras Bulog saat musim panen yang dimaksimalkan. "Oktober 2017 sampi Januari 2018 seharusnya stok harus banyak," ungkapnya.

Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo menjelaskan, problemnya sekarang harga pembelian pemerintah (HPP) terlalu rendah. Saat panen seperti ini harga gabah kering panen hanya Rp3.400, sedangkan pasarnya sudah Rp4.500 per kilogram. Gabah kering giling sudah naik lagi menjadi Rp4.600.

"Bulog harus membeli lebih banyak lagi. Target 960.000 ton hanya masuk 580.000 ton di Jawa Timur 2017. ini yang menjadi permasalahan," jelasnya.

Padahal beras yang ada di lumbung petani di pasar ini sebenarnya banyak. Namun tidak terserap di Bulog, sehingga tidak menjadi baper stok pemerintah. Beras yang lepas dari serapan Bulog, tidak bisa digunakan sebagai stabilisasi harga.

Pada Januari 2018 ini, lanjut Pakde, stok beras di Jawa Timur 285.000 ton, sedangkan konsumsi di Jawa Timur 297.000 ton, serta di gudang ada 168 ribu ton. "Sekarang di gudang masih kelebihan 155.000 ton, namun Jawa Timur memiliki kewajiban mengisi beras di 15 provinsi," jelasnya.

Salah seorang petani Desa Kedung Arum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Sarjono mengaku saat ini harga gabah sudah mengalami penurunan. Dari harga biasanya Rp5.600 per kilogram menjadi Rp5.000 per kilogram gabah kering sawah. "Kalau ada impor beras terus harga beras dari petani ini berapa," katanya dengan nada tanya. [lus/suf]

Tag : harga beras

Komentar

?>