Rabu, 23 Mei 2018

Mentan Perjuangkan Harga Beras Ditingkat Petani Stabil

Senin, 22 Januari 2018 23:32:49 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Mentan Perjuangkan Harga Beras Ditingkat Petani Stabil

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pada Januari hingga Maret 2018 diperkirakan para petani sedang dalam masa panen raya. Biasanya harga beras di tingkat petani akan mengalami penurunan karena stok yang melimpah. Apalagi jika pemerintah telah menggulirkan wacana untuk melakukan impor beras. Sehingga harus bisa menjaga stabilitas harga gabah petani.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman saat melakukan panen raya di Bojonegoro mengatakan, seharusnya kebutuhan beras di Indonesia tidak pernah kurang. Apalagi, kata dia, saat ini strategi tanam mulai terbentuk. Salah satunya dengan menerapkan program pembangunan embung, perbaikan saluran irigasi maupun membagikan alat pertanian.

"Pemerintah Jokowi - Jusuf Kalla ini telah merubah strategi panen. Setiap waktu bisa tanam karena sudah ada embung, perbaikan saluran irigasi, dan membagikan alat pertanian," jelasnya, Senin (22/1/2018).

Menurut Andi Amran, pada 2015 hingga 2017, melalui irigasi terserier terbesar dengan luasan 3,4 hektar, target pemerintah dalam swasembada empat komoditas strategis terpenuhi. Yakni tidak adanya impor beras, tercapai bawang yang sebelumnya impor 72 ribu ton, sekarang ekpor keenam negara. Sementara jagung sebelumnya impor 3,6 juta ton, kemudian sudah swasembada, cabai bergejolak, sekarang stabil.

"Seluruh Indonesia kurang lebih ada 2 juta hektar, dengan jumlah panen lima sampai tujuh ton, artinya bisa memnuhi kebutuhan masyarakat seluruh indonesia yang kebutuhannya hanya dua juta ton," jelasnya.

Sehingga hal yang perlu dipertahankan saat ini, lanjut Andi Amran, harga beras saat musim panen raya. Saat musim panen raya, harga beras di tingkat petani mengalami penurunan karena stok melimpah. "Justru yang diantisipasi sekarang bagaimana harga beras tidak turun, sehingga petani bisa untung. Harga beras sekarang sudah mulai turun, karena mendekati panen," jelasnya.

Sekadar diketahui, saat melakukan kunjungan di Desa Kedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, total panen di Kecamatan Kanor sekitar 1.833 hektar. Setiap hektare bisa panen hingga delapan sampai sembilan hektar.

Sementara, secara nasional panen beras satu bulan satu minggu kedepan seluas 2 juta hektar dengan produksi beras lima sampai enam juta ton. "Sehingga jika hanya untuk kebutuhan orang se-Indonesia masih cukup," pungkasnya. [lus/suf]

Tag : harga beras

Komentar

?>