Jum'at, 19 Januari 2018

Stok Beras di Tuban Surplus, Tak Butuh Impor

Rabu, 10 Januari 2018 18:33:58 WIB
Reporter : M Muthohar
Stok Beras di Tuban Surplus, Tak Butuh Impor

Tuban (beritajatim.com) - Keberadaan hasil panen padi di dari area pertanian di wilayah Kabupaten Tuban sangat melimpah dan mengalami surplus untuk stok beras dari target yang telah ditetapkan pemerintah untuk wilayah Kabupaten Tuban.

Surplus hasil panen padi yang mencapai sekitar 54,7 persen atau sekitar 188 ton besar itu sangat melebihi dari kebutuhan beras di wilayah Kabupaten Tuban. Sehingga dengan keberadaan stok yang masih aman tersebut, untuk wacana pemerintah melakukan impor beras belum dibutuhkan.

"Untuk impor beras kami kira belum dibutuhkan. Karena panen padi melimpah di Kabupaten Tuban," terang Mustadji, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Rabu (10/1/2017).

Data yang dihimpun beritajatim.com, pada tahun 2016, hasil panen para petani di Kabupaten Tuban juga mengalami surplus sekitar 57,44 persen dari target yang telah ditentukan. Adapun untuk wilayah di Tuban yang menjadi penghasil padi tersebut diantaranya adalah Kecamatan Rengel, Kecamatan Plumpang, Palang dan juga Kecamatan Widang.

"Alhamdulillah, selama tiga hari berturut-turut Direktur Benih Ditjen Tanam dan Pangan Kementerian Pertanian berkenan mengikuti panen langsung di 17 titik di Kecamatan Widang, Rengel dan Palang," tambahnya.

Kegiatan pantauan panen di belasan titik secara langsung itu dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam rangka supervisi secara nasional terhadap panen pada bulan Januari 2017 ini. Selain itu juga, sebagai upaya untuk memberikan keyakinan pada pemerintah bahwa belum perlu adanya impor beras karena stok pangan nasional masih tercukupi.

"Untuk di wilayah Tuban sudah mulai panen sudah dari minggu kemarin. Dan ini masih akan terus panen," ungkap Murtadji.

Sementara itu, sejumlah petani yang ada di wilayah Kabupaten Tuban dan juga tokoh muda petani Jawa Timur juga menolak adanya rencana pemerintah yang akan melakukan impor beras. Pasalnya, dengan adanya impor beras dirasa akan membuat harga gabah akan anjlok apabila sekarang adalah sudah memasuki musim panen.

"Saya kira kami akan tetap berada pada kepentingan kesejahteraan petani, impor beras ini jangan dilakukan. Karena faktanya di beberapa daerah diantaranya Tuban, Bojonegoro, Lamongan sudah mulai panen dan akan terus panen pada bulan-bulan berikutnya," kata Ghofur Ahmad Yani, yang merupakan Tokoh Muda Petani Jawa Timur. [mut/but]

Tag : sembako

Komentar

?>