Selasa, 16 Oktober 2018

Bulog Banyuwangi Miliki Anggaran Tak Terbatas

Selasa, 09 Januari 2018 15:29:57 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bulog Banyuwangi Miliki Anggaran Tak Terbatas

Banyuwangi (beritajatim.com) - Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional 5 Banyuwangi, David Susanto mengatakan tahun ini Bulog siap membeli gabah dari petani. Hal ini sebagai langkah pengadaan dan menambah ketersediaan stok beras di Banyuwangi.

Pihaknya menyebut, Bulog Banyuwangi bahkan telah menyiapkan anggaran tak terbatas untuk menyerap hasil panen dari petani. Sehingga berapapun jumlah gabah akan dapat ditampung untuk ketersediaan pangan di Bumi Blambangan ini.

"Jumlah stok beras di kita saat ini mencapai 35 ribu ton, ini jika hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan warga Banyuwangi saja akan mencukupi sampai hampir 2 tahun. Kita juga siap menyerap gabah petani dengan anggaran tak terbatas," jelas David Susanto, saat Pelepasan Operasi Pasar Beras Medium di Gudang Bulog Ketapang, bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Selasa (9/1/2017).

Tahun lalu, kata David, target jumlah penyerapan gabah dari petani mencapai 70 ribu ton. Namun tercukupi hingga melampaui target sekitar 81,5 ribu ton atau tercapai sekitar 128 persen.

"Tahun ini tetap sama target kita yaitu 70 ribu ton. Sehingga surplus beras ini, kita diminta untuk mengirim beras ke sejumlah daerah atau pulau lain. Di antaranya, Bali, NTT, Medan dan Madura," katanya.

Menurut David, jumlah pengiriman beras itu beragam. Di Pulau Madura, tahun ini Bulog Banyuwangi telah mengirim beras sebanyak 15 ribu ton, Bali 5 ribu ton dan NTT 12 ribu ton.

"Kita, dalam peta pengadaan beras menempati posisi kedua tingkat nasional. Sehingga waktu itu kita mendapat penghargaan ketika di Manado," ungkapnya.

Selain itu, Bulog Banyuwangi juga diminta untuk melakukan operasi pasar. Hal ini guna menyikapi harga eceran beras di pasar yang masih cukup tinggi.

"Kita sejak 28 November 2017 lalu sebenarnya sudah melakukan operasi pasar. Karena ini untuk mengendalikan harga beras di pasaran yang saat ini berada di Posisi agak tinggi. Sehingga Bulog diminta operasi pasar ke sejumlah pasar di Banyuwangi maupun gudan Bulog di semua wilayah. Khusu untuk operasi pasar kita sediakan 450 ton beras. Ini akan dilakukan sampai harga beras kembali stabil," ungkapnya.

Saat ini, harga eceran beras medium di Banyuwangi telah mencapai Rp 10500 perkilogram. Kondisi tersebut jauh dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan dari Bulog yakni dikisaran Rp 9350 perkilogram.

"Kalau dari Bulog itu harganya kita keluarkan Rp 8000. Tapi setelah kita survey di pasaran harganya sudah jauh di atas itu. Sekarang mencari beras di bawah Rp 9500 itu sulit, tapi setidaknya kita kendalikan agar harganya tidak jauh dari HET yang ditetapkan. Istilahnya jika Bulog hadir, ini pedagang setidaknya mau mengerem nggak mau menaikkan lagi," pungkasnya. [rin/but]

Tag : pertanian

Komentar

?>