Selasa, 18 September 2018

Cuaca Buruk, Pasokan Elpiji ke Pulau Sapeken Terhambat, Harga Melambung

Minggu, 31 Desember 2017 15:28:46 WIB
Reporter : Temmy P.
Cuaca Buruk, Pasokan Elpiji ke Pulau Sapeken Terhambat, Harga Melambung

Sumenep (beritajatim.com) - Harga elpiji 3 kg di Kepulauan Sapeken, Kabupaten Sumenep dalam dua pekan terakhir melambung. Saat ini harga per tabung di tingkat konsumen mencapai Rp 35 ribu.

Melambungnya harga elpiji bersubsidi tersebut diduga akibat minimnya stok di pangkalan. Pengiriman elpiji ke Kepulauan Sapeken terhambat akibat cuaca buruk.

"Tingginya harga elpiji di wilayah kepulauan termasuk Sapeken, sudah beberapa kali terjadi terutama apabila cuaca buruk. Harga epiji di kepulauan naik, karena stok di pangkalan menipis," kata Kepala Sub Bagian Pembinaan Usaha Daerah, Bagian Perekonomian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Suhermanto, Minggu (31/12/2017).

Menurutnya, untuk wilayah ibu kota kecamatan di kepulauan, harga elpiji diyakini masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemkab.

"Namun untuk daerah di luar ibu kota kecamatan, harga elpiji memang di atas HET, karena ditambah biaya angkut. Hitung-hitungannya diserahkan pada musyawarah dengan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka). Yang penting dihitung secara rasional dan wajar,” ucapnya.

Sementara Ketua Kadin Sumenep, Khairul Anwar meminta agar pemerintah daerah membuat terobosan baru yakni membuka tempat penyimpanan sembako, BBM, dan elpiji di masing-masing wilayah kepulauan.

"Itu sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan harga saat stok menipis. Kalau sudah ada gudang tempat penyimpanan, maka stok sembako, BBM, maupun elpiji akan aman. Kalau sudah begitu, maka harga akan relatif stabil," ujarnya.

Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan. 9 kecamatan diantaranya merupakan wilayah kepulauan. [tem/but]

Tag : elpiji

Komentar

?>