Senin, 25 Juni 2018

Saham Tak Menarik

PT Lamicitra Nusantara Kembali Jadi Perusahaan Tertutup

Jum'at, 15 Desember 2017 18:25:46 WIB
Reporter : Renni Susilawati
PT Lamicitra Nusantara Kembali Jadi Perusahaan Tertutup
Surabaya (beritajatim.com) - PT Lamicitra Nusantara Tbk (Persero) atau Lami yang melempar sahamnya ke publik pada Juni 2001 lalu akhirnya memutuskan akan membeli semua sahamnya yang ada di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengajukan permohonan  Penghapusan Pencatatan (Delisting) efek dari BEI.
Dan selanjutnya pemegang saham memutuskan bahwa PT Lami akan kembai menjadi perusahaan tertutup atau go-private.

Menurut salah satu Direktur PT Lamicitra Nusantara, Priyo Setiabudi, hal ini dilakukan karena saham Lami kurang diminati pemodal di lantai bursa. Salah satu penyebabnya, minimnya jumlah saham yang dilempar ke antai bursa yang sedikit yakni sekitar 7,11 persen atau sekitar 81,7 juta saham saja membuat para investor yang bermain di lantai bursa kurang memiliki pilihan atas saham Lami.

"Aturannya minimal saham kami harus dipegang 200 investor namun kenyataannya beberapa tahun belakangan, kurang dari 100 investor yang memilikinya. Akhirnya kami setiap tahunnya harus membayar bea penalty atas ketidak-mampuan saham kami menggaet investor dilantai bursa," ungkap Priyo dalam public expose yang digelar di Hotel Tunjungan, Jumat (15/12/2017).
Dikatakan pertama kali saham Lami melantai di BEI, harganya sekitar Rp 125 per lembar namun adanya upaya pembelian kembali saham Lami oleh manajemen Lami dari investor umum, maka nilai pembelian kembali yang ditawarkan sekitar Rp 814 per lembar sahamnya. Dan sudah itu dilakukan sejak 7 September hingga 30 November lalu, dan hingga kini sudah ada 80,6 juta saham yang sudah dibeli oleh manajemen sedangkan sisanya 1,08 juta saham masih ada disejumlah investor yang memang tidak ingin melepas saham Lami.

"Tapi itu tidak menghalangi kami menjadi perusahaan go private kembali, pemilik saham yang masih punya 1,08 juta saham itu akan kami masukkan dalam jajaran pemegang saham," bebernya.

Meskipun menjadi perusahaan tertutup, manajemen Lami memastikan layanan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan publik akan tetap berjalan seperti biasanya.[rea/ted]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>