Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pertamina Jamin Elpiji 3 Kg Tak Akan Langka

Minggu, 10 Desember 2017 07:19:57 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Pertamina Jamin Elpiji 3 Kg Tak Akan Langka

Surabaya (beritajatim.com) - Kelangkaan elpiji subsidi 3 Kg yang terjadi di wilayah ibukota, cukup membuat warga Jawa Timur was-was. Namun PT Pertamina Marketing Oepration (MOR) V Wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara memastikan stok elpiji di Surabayaa saat Natal dan Tahun Baru 2019 aman.

Sebab MOR V Pertamina sudah mengoptimalkan suplai elpiji bersubsidi ini sejak 7 Desember 2017 di berbagai wilayah guna memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya bagi masyarakat tidak mampu yang berhak mengkonsumsi elpiji bersubsidi.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR V, Rifky Rakhman mengatakan, untuk mengamankan stok dan ketersediaan elpiji 3 kg, beberapa langkah telah ditempuh oleh Pertamina. Langkah tersebut diantaranya dengan menambah pasokan di sejumlah titik, melakukan pengecekan langsung ke lapangan serta menggelar operasi pasar murah di beberapa daerah.

"Suplai elpiji 3 kg menjadi fokus kami. Kami juga akan terus mengerahkan tenaga dan upaya di lapangan agar ketersediaan elpiji 3 kg dapat melimpah di masyarakat. Penambahan jumlah pasokan serta pelaksanaan pasar murah akan tetap kami lakukan," ungkap Rifky Rakhman di Surabaya, Sabtu (9/12/2017).
 
Saat ini pemasaran elpiji 3 kg di wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat, masih terkendali. Kondisi ketersediaan elpiji 3 kg di wilayah Jatim menunjukkan bahwa ketersediaan elpiji 3 kg serta harga yang terjadi saat ini, secara umum masih terkendali.

Pertamina juga telah menambah pasokan elpiji 3 kg  hingga mencapai 118%, dari konsumsi normal harian elpiji 3 kg di Jatim sebesar 3.791 Metric Ton (MT) per hari, menjadi  4.485 MT per hari
pada Desember 2017.

"Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) masih terkendali dengan rata-rata HET di pangkalan sebesar Rp. 16.000," tegasnya.

Sedangkan elpiji 3 kg di Provinsi Bali juga terpantau dalam kondisi lancar dan normal. Bahkan dapat dikategorikan berlimpah, dimana rata-rata konsumsi harian elpiji 3 kg di Bali sebanyak 624 MT per hari sementara pada Desember 2017, angka penyaluran telah mencapai 654 MT per hari atau mengalami peningkatan lebih dari 4 persen. Hasil pantauan tim Pertamina di lapangan juga menunjukkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) masih terkendali dengan rata-rata HET di pangkalan sebesar Rp. 14.500.

Sementara Provinsi Nusa Tenggara Barat, penyaluran elpiji juga terpantai aman. Di Nusa Tenggara Barat telah mengalami penambahan hingga 25 persen dimana rata-rata konsumsi normal harian sebesar 252 MT per hari sementara pada Desember 2017 Pertamina telah menyalurkan elpiji 5 kg  lebih dari 315 MT per hari. Guna memastikan kelancaran penyaluran elpiji 3 kg, Pertamina bersama Pemerintah Daerah serta Hiswana Migas senantiasa berkordinasi untuk memastikan ketersediaan elpiji 3 kg di masyarakat.

"Kerjasama bersama pihak-pihak lain, pemda setempat, hiswana migas serta elemen masyarakat senantiasa kami optimalkan, tentunya hal ini akan membantu menjaga ketersediaan elpji sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi elpiji dengan perasaan tenang," tandasnya. [rea/suf]

Tag : elpiji

Komentar

?>