Selasa, 16 Oktober 2018

PG Himbau Petani Waspadai Pupuk Palsu

Jum'at, 08 Desember 2017 15:04:34 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
PG Himbau Petani Waspadai Pupuk Palsu

Gresik (beritajatim.com) - Memasuki musim tanam Bulan Oktober 2016 hingga Maret 2018. Produsen pupuk terlengkap PT Petrokimia Gresik menghimbau kepada petani agar memwaspadai peredaran pupuk palsu di berbagai daerah. Pupuk tiruan tersebut, kemasannya menyerupai merek terdaftar milik PG, baik kemiripan secara keseluruhan maupun persamaan pada pokoknya.

Sekretaris Perusahaan PT Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mengatakan, sebagai produsen pupuk anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) yang memiliki hak eksklusif atas merek dagang pupuk bersubsidi. Merek dagang ini antara lain adalah Pupuk NPK Phonska, Pupuk Super Fosfat SP-36, Pupuk Organik Petroganik, pupuk ZA berlogo PG, dan pupuk Urea berlogo PT Pupuk Indonesia (Persero).

"Selain pupuk diatas kami juga memegang sejumlah merek dagang pupuk komersil, atau non-subsidi. Diantaranya, Pupuk NPK Kebomas, NPK Phonska Plus, Kalium Sulfat ZK, Diamonium Fosfat DAP, Kalium Klorida KCL, dan sejumlah produk pupuk lainnya," katanya, Jumat (8/12/2017).

Lebih lanjut Yusuf Wibisono mengatakan, selama ini pupuk dari PG mereknya telah sah terdaftar dalam Daftar Umum Merek pada Direktorat Merek, Kementerian Hukum dan HAM Indonesia. Penggunaan merek dagang tersebut secara tanpa hak atau izin merupakan pelanggaran terhadap hak atas merek berdasarkan UU nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan indikasi geogafis.

"Perusahaan kami memperingatkan kepada pihak-pihak yang telah memproduksi dan/atau memperdagangkan pupuk yang telah melanggar hak-hak PG untuk segera menghentikan dan/atau menarik dari peredaran, serta memusnahkan seluruh pupuk tiruan tersebut untuk menghindari tuntutan hukum, baik secara pidana maupun perdata," ujarnya.

Sedangkan sebagai bentuk konkritnya kata Yusuf, perusahaannya telah membentuk sebuah tim yang bertugas untuk menangani berbagai laporan dari berbagai sumber, dengan disertai bukti yang kuat, terkait peredaran pupuk tiruan atau palsu. Tim ini akan berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan adanya pupuk palsu.

Adapun ciri fisik kemasan pupuk asli buatan PG, maupun produsen pupuk lain di bawah PT Pupuk Indonesia (Persero), adalah memiliki logo perusahaan, yaitu logo PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk pupuk Urea, NPK Phonska dan Petroganik, dan logo PT Petrokimia Gresik untuk pupuk ZA dan SP-36. Selain itu pada kantong pupuk juga tercantum tulisan 'Pupuk Bersubsidi Pemerintah, Barang Dalam Pengawasan' logo SNI, nomor pengaduan (call center), nomor izin edar, dan Bag Code atau kode kantong (untuk pupuk bersubsidi) di bagian belakang untuk menunjukkan tanggal, dan tempat produksi.

Pupuk bersubsidi pun memiliki ciri fisik tertentu, seperti berwarna pink untuk pupuk Urea, oranye untuk pupuk ZA, merah untuk pupuk NPK Phonska, putih untuk pupuk SP-36, serta cokelat untuk pupuk organik Petroganik.

"Kami juga menghimbau masyarakat agar bisa berperan aktif untuk ikut mengawasai peredaran pupuk tiruan atau palsu. Jika menemukan, lapor saja ke pihak berwajib," tandas Yusuf. [dny/kun]

Tag : pupuk

Komentar

?>