Senin, 18 Desember 2017

Optik Tunggal Targetkan 26 Zeiss Vision Center Di Indonesia

Kamis, 07 Desember 2017 19:22:09 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Optik Tunggal Targetkan 26 Zeiss Vision Center Di Indonesia

Surabaya (beritajatim.com) - Zeiss, perusahaan optikal dan ofthalmik menggandeng Optik Tunggal, membuka gerai baru Zeiss Vision Center di  Tunjungan Plaza 6, Surabaya. Gerai ini menjadi gerai ketiga di Indonesia dan akan ada 26 gerai khusus Zeiss Vision Center di Indonesia hingga 2020 mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh Alexander F Kurniawan, Chairman PT Optik Tunggal Sempurna, yang mengaku di tahun mendatang pihaknya akan semakin gencar membuka gerai khusus Zeiss Vision Center diberbagai wilayah. Sebab pengukuran mata yang dilakukan oleh alat Ziess Vision Center sangat menyeluruh, sehingga konsumen bisa melihat apa yang terjadi dimata mereka.

"Dan Zeiss punya pilihan lensa yang lebih komplit untuk setiap kebutuhan aktivitas konsumen. Mulai dari kacamata khusus berkendara hingga kacamata bagi mereka yang biasa bekerja di depan laptop dan gadget," ungkap Alex.

Tedd Ho, Commercial Head-Indonesia & Asia Distributor ‎Carl Zeiss Vision, mengatakan Zeiss mengembangkan dan mendistribusikan optik litografi, teknologi pengukuran, mikroskop, teknologi medis, lensa kacamata, kamera dan lensa cine, teropong dan teknologi planetarium. Dari awal berdiri pada 1846, Zeiss selalu mencoba menciptakan produk-produk yang berkualitas. Usaha tersebut tidak sia-sia karena  Zeiss kini menjelma menjadi produsen lensa terbaik di dunia.

“Nama-nama besar seperti Sony, Nokia, Rollei, dan Hasselblad merupakan perusahaan yang menggunakan teknologi Zeiss untuk kebutuhan optiknya,” ujar Tedd saat Talkshow & Demo Feel the New Experience of Innovative Solutions from ZEISS Vision Center di Plaza Tunjungan, Surabaya, Kamis (7/12/2017).
 
Menurut Tedd, ada empat keunggulan produk Zeiss  yang patut untuk diperhitungkan. Pertama, clarity. Kualitas bahan lensa yang digunakan akan menghasilkan lensa dengan kejernihan yang tinggi.

“Ini akan membuat penglihatan yang optimal dengan lensa yang jernih pada semua area lapang pandang yang menyesuaikan fisiologi mata,”  katanya.

Keunggulan lain , Presisi pada lensa dibuat sebaik mungkin sehingga membuat penglihatan yang tajam dan nyaman sampai ke tepi lensa. Sekalipun pada lensa dengan ukuran prisma yang tinggi, tajam penglihatan akan tetap nyaman di seluruh bagian lensa.

Keunggulan ketiga, tambah Tedd, adalah Antistatic Property  yakni memiliki multicoating yang mumpuni. Lapisan antistatic berada di bagian tengah sehingga membuat lensa ini lebih terjaga dalam perawatanya.

“Keempat  berupa marking. Demi menjaga originalitas lensa, Zeiss logo “Z” di setiap lensanya. Ukiran ini tidak akan mengganggu kenyamanan dalam menggunakan lensa tersebut,” ujar dia.

Kelebihan lain dari lensa Zeiss adalah bahwa lensa optik tidak diciptakan dalam kapasitas yang sama. Tedd menuturkan lensa optik untuk setiap konsumen dibuat dengan mengamati preskripsi sesuai kebutuhan. “Hal ini didukung dengan teknologi yang unggul, garis rancangnya dibuat dengan memerhatikan lekuk bingkai kacamata dan presisi pada wajah,” terangnya.

Meskipun memiliki banyak keunggulan, Tedd menegaskan Zeiss tetap berinovasi dengan menghadirkan produk-produk yang selalu baru dan mengikuti perkembangan zaman. Inovasi mendorong lahirnya Zeiss Digital Lenses pada 2014, dilanjutkan dengan Zeiss Precision with Digital Inside Technology setahun kemudian.

Pada 2016, lahir inovasi berupa Zeiss DriveSafe yang ditujukan untuk keamanan dan kenyamaan saat berkendara. Lensa ini memungkinkan pengemudi memiliki pandangan yang jelas dalam kondisi cahaya remang-remang, serta mengurangi kilauan cahaya akibat lampu kendaraan yang sedang berpapasan. Lensa ini memberikan 43% area menengah lensa lebih luas untuk kemudahan perpindahan fokus penglihatan dari dashboard, kaca spion dan jalanan serta 14% lebih luas untuk area jauh lensa dan kenyamanan serta penglihatan jauh yang luas.

Sementara pada 2017, kata Tedd, dikenalkan Zeiss EnergizeMe. Pemakaian lensa kontak yang terlalu lama akan mengakibatkan ketegangan serta memicu iritasi mata. Maka, harus ada kacamata cadangan yang nyaman. “EnergizeMe adalah yang pertama kali diciptakan untuk pemakai lensa kontak agar mata kembali segar setelah lama memakai lensa kontak sekaligus melindungi mata dari sinar biru yang berasal dari perangkat digital,” terangnya.   

Hal yang sama juga diungkapkan Diandra Gautama, Pembalap dan Model itu mengaku selama ini lebih nyaman menggunakan softlens tetapi setelah mencoba Zeiss EnergizeMe dirinya merasa cukup nyaman dan tak pusing lagi saat menggunakan kacamata.

"Saya takut juga keseringan memakai softlens bisa membuat airmata pun berkurang dan akibatnya tambah sering iritasi. Dan sekarang mulai sering saya rasakan, tetapi menggunakan kacamata, seringkali lensanya tidak cocok, suka pusing  dan akhirnya balik lagi ke softlens yang lebih praktis dan nyaman," ungkap pembalap cantik yang ternyata memiliki mata minus hingga -5 di kedua belah matanya itu.

Sedangkan Opa Jahja, Executive Director di acara musik sebuah stasiun televisi swasta ini mengaku nyaman menggunakan lensa Zeiss karena lebih tajam dan jernih. Sedangkan Fahmi Adimara seorang Travel Photographer, Google Street View Trusted Photographer, lebih memilih lensa Zeiss karena warna yang ditangkap lensanya saat memotret di outdoor lebih baik.[rea/ted]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>