Jum'at, 15 Desember 2017

Kartel Pangan Penyebab Pemuda Malas Jadi Petani

Kamis, 07 Desember 2017 07:09:21 WIB
Reporter : -
Kartel Pangan Penyebab Pemuda Malas Jadi Petani

Mataram (beritajatim.com) - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Willgo Zainar bilang, kartel pangan yang menentukan harga dan pasokan pangan, bukanlah mengada-ada.

Akibatnya, kata Anggota Komisi XI DPR asal Gerindra ini, berdampak kepada rendahnya minat pemuda menjadi petani. "Saya kira saat ini memang terasa bahwa sektor pertanian kurang diminati oleh pemuda karena mungkin melihat bahwa sektor tersebut tidak menjanjikan masa depan yang cerah bagi mereka," kata Willgo di Mataram, Rabu (6/12/2017).

Willgo bilang, potret kenyataan yang dilihat pemuda bahwa kehidupan petani alamiah tampak semakin hari semakin berat karena harus bersaing dengan petani dari luar negeri.

Hampir sebagian kebutuhan pangan untuk rakyat Indonesia diimpor dari beberapa negara. Meskipun Indonesia dikenal sebagai negara agraris dan negeri maritim karena perairan laut dengan berbagai isinya sangat luas.

"Aroma kartel pangan di dalam negeri cukup terasa sehingga petani kita tertekan dalam kompetisi yang tidak seimbang," ucap Willgo.

Di sisi lain, kata Willgo, para pemuda khususnya anak petani, sangat merasakan bahwa setiap masa tanam selalu ada kesulitan. Khususnya dalam memperoleh pupuk dan bibit yang prima.
Sementara ketika musim panen, harga jatuh. Alhasil, pendapatan petani seringkali jauh dari mencukupi. Karena komoditas bisa dipermainkan oleh kartel pangan.

Ketua Dewan Penasehat Pemuda Tani Indonesia Wilayah NTB ini, meyakini, pemuda pasti akan tertarik ke sektor pertanian dengan profesional dan modern, jika pemerintah mampu menyelesaikan berbagai permasalahan dan memberikan keberpihakan pada petani dalam negeri.

Apalagi perkembangan ilmu pengetahuan di bidang pertanian ditunjang dengan infrastruktur dan peralatan serta teknologi tepat guna dalam proses pascapanen yang efisien, maka tentunya sektor pertanian akan diminati oleh pemuda.

"Perlu kita sambut baik imbauan Presiden Joko Widodo, sekaligus kita menunggu langkah-langkah konkrit pemerintah agar pemuda yakin bahwa sektor pertanian menjajikan masa depan yang cerah, sekaligus untuk mewujudkan kedaulatan pangan nasional," kata Willgo seraya mengucap "tag line" menjadi petani keren. [inilah.com]

Tag : petani

Komentar

?>