Senin, 18 Desember 2017

Peran Pers Sangat Besar untuk Bangun Ekspektasi Inflasi

Selasa, 21 Nopember 2017 22:19:09 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Jember (beritajatim.com) - Sekretaris Tim Pengendali Inflasi Pusat Iskandar Simorangkir berharap media massa bisa memberitakan secara berimbang persoalan ekonomi, khususnya inflasi, kepada khalayak ramai.

Hal ini disampaikan Simorangkir dalam acara Pelatihan Wartawan Daerah yang diselenggarakan Bank Indonesia, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, 20-21 November 2017. "Ekspektasi sangat besar peranannya terhadap pembentukan inflasi," katanya.

Pemberitaan memiliki peran penting dalam pembentukan ekspektasi dan harga. "Peranan wartawan luar biasa terhadap pengendalian harga melalui ekspektasi inflasi. Kami berharap kepada media massa agar memberitakan yang sebenarnya," kata Simorangkir.

Simorangkir berharap pemberitaan yang keliru soal inflasi justru akan memicu krisis ekonomi. Jika terjadi krisis, perusahaan media massa ikut dirugikan. "Ketika ekonomi krisis, pertumbuhan ekonomi anjlok, tidak ada lagi orang memuat iklan di media massa," katanya.

Pemerintah mengharapkan pemberitaan yang seimbang. "Kritik membangun sangat kami harapkan, karena tanpa kritik kami bisa bisa terlena. Kritik perlu tetap didorong, tapi kritik yang sehat. Kritik sangat kami perlukan untuk memperbaiki kualitas pembangunan," jelas Simorangkir.

Media massa di daerah diharapkan bisa membantu kerja Tim Pengendali Inflasi Daerah. Setelah terbitnya Keputusan Presiden Nomor 23 tahun 2017 untuk mendukung tata cara dan pedoman kerja organisasi TPID seluruh Indonesia, lembaga itu memiliki dasar hukum yang kuat. Ini berbeda dengan kondisi sebelumnya, saat tim pengendali inflasi dibentuk berdasarkan nota kesepakahaman antara Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Gubernur Bank Indonesia. [wir/suf]

Tag : inflasi

Komentar

?>