Rabu, 22 Nopember 2017

Percaya atau Tidak, Miniatur Masjid Ini Dibikin dari Batang Korek Api

Rabu, 15 Nopember 2017 13:08:23 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Percaya atau Tidak, Miniatur Masjid Ini Dibikin dari Batang Korek Api

Malang (beritajatim.com) - Sederhana, unik, membutuhkan ketelitian dan waktu, adalah kerajinan yang diciptakan oleh Khilmi Ardiansyah (35 tahun) perumahan pondok mutiara asri, F-4 Asabri, Kelurahan Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Malang.

Khilmi mampu menyulap batang korek api menjadi karya seni yang menyerupai miniatur 'landmark' atau simbol yang menggambarkan ciri khas suatu daerah. Ia mengaku bakat itu didapat secara otodidak sejak masih di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Dimulai dari SMP awalnya tugas sekolah tahun 1997. Dan mulai tahun 2001 saat saya SMA mulai intens membuat kerajinan ini. Awal iseng membuat saja, saya lihat dari luar negeri kok bagus. Saya akhirnya ingin membuat bangunan dan action figur," kata Khilmi, Rabu, (15/11/2017).

Beberapa 'land mark' yang terkenal ia buat diantaranya, Taj Mahal, Menara Eiffel, Makkah Royal Clock Tower, Gedung Putih Amerika Serikat, Empire State, Menara Petronas. Hingga bangunan legendaris Malang, seperti Balikota Malang, Tugu Malang, Gereja Kayutangan dan beberapa tokoh superhero seperti Avenggers.

"Karena saya mengerjakan semua sesuai keinginan sesuai rasa ingin membuat apa yang berbeda. Seperti bangunan-bangunan (landmark) ini. Saya ingin buat Taj Mahal ya langsung saya buat," ujar Khilmi.

Miniatur 'Land Mark' paling lama dikerjakan oleh Khilmi adalah Taj Mahal. Membutuhkan waktu dua bulan, dengan menghabiskan 30 ribu batang korek api, atau 800 kotak batang korek api.

"Taj Mahal paling lama karena jenuh, ukurannya juga lebi besar. Pengerjaan dua bulan 30.000 batang, atau 800 kotak batang korek api. Bahannya semua hanya, batang korek api, lem kayu, gunting, pemotong kuku, dan papan kayu," papar Khilmi.

Menurut Khilmi tidak dibutuhkan biaya mahal dalam pengerjaan miniatur batang korek api. Namun, paling mahal dari pengerjaan ini adalah ide, dan rasa dalam membuat sebuah kerajinan.

Pria yang kesehariannya berjualan obat herbal itu mengaku sejak 2005 ia sudah membuat ratusan karya seni dari batang korek api. Uniknya, karya itu tidak dijual hanya sebagai koleksi pribadi dirinya.

"Saya tidak berniat menjual karena memang awal ini hanya hobi dan untuk koleksi. Tapi jika ada yang pesan saya buatkan, kalau ada yang nawar pun juga saya lepaskan. Asal harga yang ditawar tinggi. Saya tidak mematok kalau harga tawaran pas, ya saya lepas," ucap Khilmi.

Khilmi mengaku lebih fokus ke bangunan kuno dan bersejarah. Rencananya ia akan membuat Candi Borobudur, Prambanan, Menara Pizza Italia, Masjid Jami' Kota Malang, dan Stadion Gajayana Kota Malang sebagai simbol sepak bola Malang.

"Saya berencana menambah koleksi, dan mimpi saya membuat pameran tunggal. Nanti target saya setiap benua ada perwakilan dari masing-masing 'land mark'. Yang jelas ini semua hobi," tandas Khilmi. [luc/but]

Tag : kerajinan

Komentar

?>