Rabu, 22 Nopember 2017

Bambang Haryo Kecewa, Penerima Rastra Berkurang Separuh

Selasa, 14 Nopember 2017 19:29:56 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Bambang Haryo Kecewa, Penerima Rastra Berkurang Separuh
Surabaya (beritajatim.com) - Bambang Haryo Soekartono, Anggota DPR RI Komisi VI, mengaku kaget dan aneh saat mendapati keluhan warga Simokerto Kota Surabaya yang mengaku tak lagi mendapatkan jatah beras Keluarga Sejahtera (Rastra) seperti tahun-tahun sebelumnya. Jumlah penerima Rastra berkurang separuh sedangkan penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) banyak yang tidak tepat sasaran.

Hal itu diungkapkan oleh anggota DPR RI dari Partai Gerindra ini usai menghadiri undangan pemberian sembako dan pengobatan gratis oleh PT Dharma Lautan Utama (DLU) di RW 2 Simokerto Kota Surabaya, Selasa (14/11/2017). Bambang Haryo mengaku kaget ketika masyarakat yang tinggal di bantaran rel kereta api Depo Ketera Sidotopo itu mengeluhkan sulitnya mendapatkan bantuan bagi keluarga tidak mampu.

"Saya juga merasa aneh, saat ini Kementrian Sosial khan sudah menambah anggaran untuk keluarga miskin dari Rp 18 triliun menjadi Rp 24 triliun tahun ini. Tapi kok di pekampuangan yang notabene-nya masih banyak keluarga tidak mampu penerima beras Rastra kok malah dikurangi. Dari yang tahun lalu penerimanya 235 keluarga, kini turun menjadi 110 keluarga saja," katanya.

Tak hanya itu saja, pemberian KIS juga dianggap tidak tepat sasaran, sebab mereka yang mendapatkan KIS juga banyak yang dari ekonomi sudah mampu, tetapi banyak juga para lansia dan keluarga tidak sejahtera tak mendapatkan KIS. Dan keluarga yang sudah mampu itu pun ketika ditanya tidak tehu bagaimana proses pengajuannya hingga mereka pun menerima bantuan KIS.

"Saya akan bawa ini ke sidang paripurna di DPR RI dan akan melakukan cross chek langsung ke Kementrian Sosial kenapa mereka bisa sampai salah dalam menyalurkan program Rastra maupun KIS ke masyarakat," ungkap Bambang.

Ditambahkan, beruntung masih ada perusahaan swasta seperti DLU yang mau melakukan CSR di kawasan Simokerto. Setidaknya bantuan pengobatan dan sembako yang didapatkan masyarakat bisa membantu kebutuhan warga meskipun tidak lagi mendapatkan Rastra.

"Tentunya saya sangat berterimakasih karena DLU tahun ini tetap mengagendakan penyaluran CSR mereka, ditengah kondisi ekonomi yang semakin sulit. Dan ini sangat ditunggu para warga tak mampu," ungkapnya.

Hal yang sama juga diamini oleh, Direktur Utama, Erwin H Poedjono, dimana saat ini sudah disediakan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Dan ini merupakan bagi CSR yang harus menyisihkan 2 persen keuntungan, untuk dana CSR.

"Apalagi warga disini punya Kartu Tanda Penduduk (KTP) bahkan Kartu Keluarga tetapi sulit mendapatkan bantuan karena dianggap masyarakat urban. Jadi kami hadir untuk memberikan bantuan yang lebih bagi warga," tandas Erwin.[rea/ted]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>