Rabu, 22 Nopember 2017

Dari 'Bincang Kopi Robusta Fiesta' PWI, BI, PTPN XII, GPP, dan Universitas Jember

Anggota DPR RI Dukung Perda Kopi di Kabupaten Jember

Minggu, 12 Nopember 2017 20:18:00 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Anggota DPR RI Dukung Perda Kopi di Kabupaten Jember

Jember (beritajatim.com) - Anggota Komisi XI DPR RI Muhamad Nur Purnamasidi mengatakan, tidak ada alasan bagi semua pihak untuk tidak mengembangkan ekonomi kopi di Kabupaten Jember ke arah industri.

Purnamasidi mencatat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember sudah bergerak di bidang inovasi teknologi kopi. "Kemitraan dari PT Perkebunan Nusantara XII sudah ada. Dari Bank Indonesia ada support luar biasa. Begitu juga Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia juga memberikan dukungan," katanya, dalam acara Robusta Fiesta yang diselenggarakan selama Jumat dan Sabtu, 10-11 November 2017, di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Robusta Fiesta adalah kegiatan sinergi lima lembaga, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Bank Indonesia, PT Perkebunan Nusantara XII, Gabungan Perusahaan Perkebunan, dan Universitas Jember.

Peluang pengembangan ekonomi kopi di Kabupaten Jember besar. "Kalau petani kita diajari teknologi yang baik, sudah pasti peningkatannya luar biasa," kata Purnamasidi. Dengan kondisi saat ini, pendapatan petani kopi di Jember dalam setahun bisa Rp 50 juta. Jika kemudian semua pihak bekerjasama, terutama dalam hal akses permodalan dan teknologi, pendapatan petani kopi bisa meningkat menjadi Rp 200 juta per tahun, karena harga ekspor lebih tinggi.

Namun Purnamasidi mengakui, bahwa budidaya kopi terkendala persoalan perekonomian rumah tangga para petani. "Mereka dituntut memenuhi kebutuhan hidup, seperti membayar kebutuhan sekolah untuk anak," katanya. Ini membuat budidaya kopi berkualitas terputus di tengah jalan, karena petani memetik biji kopi saat belum masak optimal.

"Negara, dalam hal ini pemerintahan Jember, harus hadir," kata Purnamasidi. Kehadiran pemerintah daerah Jember untuk mendukung ekonomi kopi akan mendongkrak kepercayaan pengusaha atau eksportir terhadap petani Jember. Kepala daerah diharapkan ikut memberi jaminan dan rasa aman bagi investor untuk masuk dan membeli kopi rakyat milik petani agar bisa diekspor, sehingga ada nilai tambah komoditas.

"Pertanyaannya: sudah sejauh mana Pemerintah Kabupaten Jember ini melakukan hal yang sama (dalam ekonomi kopi) sebagaimana dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Jadi jawabannya negara harus hadir. Semua pihak punya kepentingan, dan harus disatukan negara. Jadi memang harus ada peraturan daerah, dan itu yang harus diperjuangkan," kata Purnamasidi.

Sebagai representasi wakil Daerah Pemilihan Jawa Timur IV, Jember dan Lumajang, Purnamasidi selama ini sudah bekerjasama dengan Bank Indonesia untuk membina sektor pertanian rakyat. Ia siap membantu masyarakat untuk mengakses dana-dana dari pemerintah pusat untuk membantu usaha mikro dan pertanian, terutama mengupayakan mediasi dengan perbankan.

"Tapi memang persoalannya adalah bagaimana kita bersepakat, bersinergi, bagaimana petani untuk bergeser tidak hanya menjadi petani, namun juga menjadi wirausahawan. Petani harus punya rasa sebagai pengusaha kopi, walau hanya punya lahan satu hektare. Dengan demikian, setiap tahun punya kepentingan meningkatkan keuntungan," kata Purnamasidi.

Purnamasidi mengajak kepada Bank Indonesia dan semua pemangku kepentingan ekonomi kopi, seperti Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia dan Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember untuk mulai bergerak pada Januari tahun depan. "Bagaimana petani yang semula katakanlah menjual kopinya seribu rupiah bisa jadi seratus ribu rupiah. Terobosan harus dilakukan. Saya yakin ini sangat mungkin: permintaan sangat tinggi, ekspor luar biasa, teknologi sudah sedemikian rupa, kemudian PTPN XII mau membangun kemitraan, perguruan tinggi mau mem-back up inovasi. Jadi ini peluang luar biasa. Saya sebagai anggota DPR RI, bukan penyambung lidah, tapi penyambung langkah," katanya. Sementara itu, wartawan senior Agus Suratno menilai perlu ada semacam 'brand ambassador' (duta kopi) bagi produk kopi robusta di Jember. [wir/suf]

Tag : kopi

Komentar

?>