Rabu, 22 Nopember 2017

Dari 'Bincang Kopi Robusta Fiesta' PWI, BI, PTPN XII, GPP, dan Universitas Jember

Bank Indonesia Minta Petani Jember Cermati Karakteristik Penikmat Kopi

Minggu, 12 Nopember 2017 18:44:38 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Bank Indonesia Minta Petani Jember Cermati Karakteristik Penikmat Kopi

Jember (beritajatim.com) - Penjabat Deputi Pimpinan Kantor Bank Indonesia Jember Gde Agus Dwijaya yakin komoditas kopi bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Namun ia meminta agar semua pemangku kepentingan dalam bisnis kopi robusta di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memperhatikan karakteristik penikmat dan peminum kopi.

"Karakteristik pertama adalah kopi gaul. Mereka nongkrong tidak jelas, minumnya kopi 'sachet'. Kalau petani punya green bean (biji kopi warna hijau) harganya cuma seribu rupiah, dijual di sini tidak ada masalah. Jadi kalau petani masih memetik kopi berwarna hijau (belum masak optimal, red), pasarnya masih ada. Tapi jangan lama-lama di sana, karena tidak dapat hasil apa-apa kecuali untuk menutupi kebutuhan perut saja," kata Gde Agus, dalam acara Robusta Fiesta yang diselenggarakan selama Jumat dan Sabtu, 10-11 November 2017, di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Robusta Fiesta adalah kegiatan sinergi lima lembaga, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Bank Indonesia, PT Perkebunan Nusantara XII, Gabungan Perusahaan Perkebunan, dan Universitas Jember.  

Karakteristik kedua adalah penikmat kopi pasaran, seperti di gerai-gerai kopi atau kafe. "Mereka ini orang-orang yang suka nongkrong tapi ingin merasa berkelas. (Nama modifikasi) minuman kopi yang dinikmati juga lucu-lucu," kata Gde Agus.

Karakteritsik ketiga adalah penikmat kopi khusus (specialty). "Mereka ingin mencari komoditas kopi berjenis khusus. "Kopi Bondowoso sudah mulai dicari. Bagusnya, Bondowoso sudah punya identitas Republik Kopi. Jember mungkin perlu dicari identitasnya," kata Gde Agus.

Karakteristik terakhir adalah kategori penikmat kopi artisan, yang memiliki ikatan antarkomunitas penikmat kopi dan menganggap kopi sebagai seni. Mereka saling berbagi informasi dan kenikmatan kopi. "Ada filmnya: Filosofi Kopi," kata Gde Agus.

Kopi robusta di Jember sudah mendapatkan pengakuan Standar Nasional Indonesia (SNI), namun belum ISO (standar internasional). "Kopi arabika Bondowoso juga sudah mendapat indikasi geografis (IG) Java Ijen. Arabika Jember bisa masuk ke IG milik Bondowoso," kata Gde. [wir/suf]

Tag : kopi

Komentar

?>