Minggu, 19 Agustus 2018

Antisipasi Kelangkaan, Petrokimia Gresik Usulkan Konsep 5:3:2

Rabu, 08 Nopember 2017 19:28:08 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Antisipasi Kelangkaan, Petrokimia Gresik Usulkan Konsep 5:3:2

Gresik (beritajatim.com) - Produsen pupuk bersubsidi PT Petrokimia Gresik (PG) gencar menyosialisasikan penggunaan pupuk berimbang dengan konsep 5:3:2 untuk per satu hektare sawah. Upaya itu sebagai antisipasi menghindari kelangkaan pupuk.

Konsep 5:3:2 itu adalah 500 kilo organik, 300 kilo NPK, dan 200 kilo urea. Pemupukan berimbang itu juga dilakukan melalui demplot, atau demonstration plot. Dengan demplot itu, petani yang selama ini dianggap masih berlebihan menggunakan pupuk bisa memanfaatkan dengan betul bagaimana menggunakan pupuk saat musim tanam.

"Selama ini persepsi petani kalau tanamannya tidak hijau belum puas. Sehingga, berlebihan menggunakan pupuk urea hingga 600 kuintal lebih. Padahal, hal itu kurang tepat sebab kalau terlalu banyak tanahnya menjadi keras. Karena itu, perlu ada perimbangan dengan dosis yang tepat salah satunya Pupuk NPK, dan Petroganik," ujar Manager Humas PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan. F kepada wartawan, Rabu (8/11/2017).

Ia menjelaskan, menghadapi musim tanam pada bulan Oktober 2017 hingga Maret 2018. PT Petrokimia Gresik menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi aman. Berdasarkan data per 31 Oktober 2017 dari alokasi sebesar 1.389.868 ton. Perusahaannya telah menyalurkan pupuk sebesar 1.547.505 ton, atau naik 111 persen dari alokasi pemerintah.

"Stok pupuk bersubsidi dari PG dari lini I hingga IV atau ke kios mencapai 1.006.578 ton naik 6 kali lipat dari stok ketentuan Kementrian Pertanian. Khusus Jawa Timur, perusahaannya telah menyalurkan sebesar 271.572 ton," paparnya.

Muhammad Ihwan menuturkan, terkait dengan masih adanya informasi kelangkaan pupuk bersubsidi. Pihaknya menghimbau kepada petani agar tergabung dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan). Pasalnya, penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan peraturan bupati (Perbup), yang penyusunannya pada rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

"Dalam distribusi pupuk bersubsidi, kami rutin mengevaluasi kinerja dan memastikan distributor menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayah kerjanya. PG siap menindak tegas terhadap distributor yang terbukti menyalahi ketentuan sesuai aturan. Sudah ada contohnya, di Jawa Barat tahun lalu ada 4 hingga 6 distributor terpaksa diputus karena melanggar aturan," tuturnya. [dny/but]

Tag : pupuk

Komentar

?>