Selasa, 24 Oktober 2017

Petani Semangka 'Terpukul' Musim Hujan

Kamis, 12 Oktober 2017 07:03:50 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Petani Semangka 'Terpukul' Musim Hujan

Jombang (beritajatim.com) - Datangnya hujan beberapa hari ini membuat ketar-ketir petani semangka yang ada di Jombang. Pasalnya, guyuran air dari langit berdampak pada harga komoditas buah tersebut.

Winarto (46), salah seorang petani semangka asal Desa Sentul Kecamatan Tembelang mengatakan, kondisi semangka di sawah miliknya cukup bagus. Dalam berwarna merah, juga tidak diserang hama. Hanya saja, bagusnya kualitas semangka tersebut tidak diimbangi harga yang bagus pula.

Harga semangka di pasaran justru turun drastis. Jika sebelumnya harga semangka di sawah Rp 2 ribu per kilogram, kini harga tersebut menjadi Rp 1600 per kilogram. "Hujan mulai datang, dampaknya harga semangka turun. Padahal kualitas semangka masih bagus," kata Winarto sembari menunjukkan semangka miliknya, Kamis (12/10/2017).

Winarto mengungkapkan, hamoir seluruh petani di desanya menanam semangka. Hal itu juga berlaku di desa sekitar Kecamatan Tembelang dan Megaluh. Dalam kondisi normal, lahan seluas 100 bata atau setara 0,7 hektar mampu menghasilkan semangka sebanyak dua ton.

"Jika harga jual semangka Rp 2 ribu per kilogram, petani masih ada keuntungan. Tapi kalau di bawah itu ya pas-pasan, bahkan bisa merugi," kata Winarto detail.

Berdasarkan data di Dinas Pertanian Kabupaten Jombang per bulan Agustus ini, sebaran tanaman semangka di Jombang mencapai luasan 1.350 hektar. Sementara itu tanaman Melon mencapai 300 hektar, dan Timun Mas seluas 2.049 hektar. Tanaman buah tersebut paling banyak berada di dua kecamatan, yakni Tembelang dan Megaluh. [suf]

Tag : pertanian

Komentar

?>