Selasa, 24 Oktober 2017

Pekan Depan BI Bakal Gratiskan Kartu e-Money

Rabu, 11 Oktober 2017 09:02:37 WIB
Reporter : -
Pekan Depan BI Bakal Gratiskan Kartu e-Money

Jakarta (beritajatim.com) - Pekan depan BI bersama Badan Usaha Jalan Tol, pengelola jalan tol dan bank sampai ke pihak swasta akan gratiskan uang elektronik di jalan tol.

Pekan depan, tepatnya Senin (16/10/2017), rencananya program penyediaan kartu harga khusus akan dilanjutkan sampai periode 31 Oktober 2017. "Kalau tidak ada aral melintang, senin depan mulai kembali dan kartu uang elektronik disediakan bagi pelanggan jalan tol yang kesulitan memperoleh uang elektronik pada saat akan membayar di gardu tol," jelas Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia, Pungky Purnomo Wibowo di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Pungky mengatakan, distribusinya akan dibatasi satu mobil dan pendistribusian untuk pemenuhan kebutuhan kartu ini merupakan kerja sama antara operator dan bank. "Ini kita rencanakan ya semoga bisa jadi," kata dia.

Kemudian, BI juga membuka kesempatan bank-bank lain untuk ikut serta dalam program elektronifikasi. Ketika dahulu hanya dimonopoli satu bank, maka ke depan akan ada banyak lagi.

"Sekarang ada 5 bank. Desember 2017 akan ada 3 tambahan bank lagi, Bank Mega, Bank Nobu dan Bank DKI. Sehingga integrasi akan lebih mudah dan lebih kuat. Masyarakat secara bebas dan nyaman menggunakan uang elektronik dari bank-bank tersebut," tegas Pungky.

Adapun, mengenai fee atau biaya dalam isi ulang, Pungky mengatakan hal ini diatur semata-mata guna menjaga agar bank tidak seenaknya dalam membebankan kepada nasabahnya.

"Kalau kita lihat, BI kan pro dengan masyarakat, makanya biar bank tidak bebankan secara tidak benar dan harga tinggi, kita atur fee-nya. Antara Rp0 sampai Rp750 per transaksi untuk transaksi isi ulang di atas Rp200.000 jadi bank bisa bersaing secara sehat. Tidak ada monopoli," kata Pungky.

Ke depan, Pungky mengungkapkan BI akan terus menerima seluruh masukan dari masyarakat dalam proses integrasi dan elektronifikasi pembayaran. Sebagai upaya untuk memajukan perekonomian yang lebih efisien, nyaman dan tidak banyak cost.

"Sinergi akan terus dilakukan baik darat, laut dan udara. Kita akan ajak kumpul seluruh stakeholders dan upayakan semua pihak bisa mendukung program BI. Karena disisi lain BI berikan juga progam bantuan sosial non cash melalui kartu-kartu. Dan ini tidak ada beban biayanya," tutur Pungky.

Dia mengatakan alasan utama elektronifikasi gerbang tol semata-mata untuk mengurangi kemacetan.

"Sudah pasti atasi kemacetan. Bayangkan di tol kita harus antre karena membayar tunai. Berapa habis ongkos ekonomi seperti BBM bagi masyarakat," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Pungky, sebanyak 5-6 juta kendaraan yang melalui tol akan lebih dimudahkan dari sisi mekanisme penggunaan uang receh. Ketika gerbang tol sudah ter-elektronifikasi, Pungky menambahkan kegiatan transaksi tidak lagi inefisien.

"Jadi kembalian tidak akan susah. Mencari receh pun yang membuat tidak efisien menjadi efisien. Bahkan nanti kedepannya tarif tol tidak akan naik drastis bisa dengan kelipatan kecil. Sebut saja Rp 9.514 misalnya jadi inflasi terkendali dan masyarakat tidak dirugikan," tambahnya. [inilah.com]

Tag : e-money

Berita Terkait

    Komentar

    ?>