Selasa, 24 Oktober 2017

Perluasan Pabrik Amunisi Pindad Diresmikan, Nilai Investasi Rp700 Miliar

Senin, 09 Oktober 2017 16:27:50 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Perluasan Pabrik Amunisi Pindad Diresmikan, Nilai Investasi Rp700 Miliar

Malang (beritajatim.com) - Peletakan batu pertama perluasan pabrik amunisi dan peresmian produk baru PT Pindad, Turen, Kabupaten Malang, tak dihadiri Presiden Jokowi. Awak media yang sudah menunggu sejak pagi hari, harus gigit jari ketika kedatangan Jokowi, ternyata diwakilkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizad Ryacudu, Senin (9/10/2017).

Namun hingga siang hari, kabar kedatangan Menhan ternyata harus digantikan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Lagi-lagi, sampai acara dimulai sekitar pukul 14.00 wib, baik Menhan dan Panglima TNI, tak juga kelihatan. Penyelenggara acara saat ditanya awak media juga mengaku tak tahu. Ketidakhadiran Presiden, Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, membuat puluhan awak media yang sudah lama menunggu, kembali dibuat celingukan.

Meski begitu, acara tetap dilanjutkan dengan dihadiri Direktur PT Pindad Turen Abraham Mose. Sementara dari pihak TNI, diwakili  Laksamana Muda Siwi Sukma Adji selaku Asisten Perencanaan Umum Panglima TNI. Abraham Mose dalam sambutannya mengatakan, memohon maaf jika acara akan dihadiri Presiden Jokowi ternyata batal datang.

“Kami mohon maaf jika Pak Presiden tidak jadi datang. Namun, sesuatu dan lain hal yang kami juga mengalami kesulitan mengatur waktu Bapak Presiden, sehingga tanpa mengurangi rasa hormat acara pada hari ini tetap kami laksanakan. Untuk acara yang lain, kami tetap mencarikan waktu dari Bapak Presiden,” tegas Abraham.

Menurutnya, acara pada hari ini adalah perluasan pabrik amunisi dan produk baru PT Pindad. Di mana PT Pindad menerima penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 700 miliar. “Ini bentuk syukur dan tekad kami atas tugas dari pemerintah untuk kita agar membangun dan memperluas pabrik amunisi di Turen,” urainya.

Mose melanjutkan, kapasitas produksi amunisi kaliber kecil (MKK) di PT Pindad Turen baru mencapai 165 juta butir per tahun. Dengan adanya pabrik yang baru tersebut, pihaknya berharap produksi MKK di PT Pindad bisa naik menjadi 200 juta butir per tahun.

“Hanya saja, hal ini masih jauh dari kebutuhan yang diperluan TNI dan Polri serta olahraga di Perbakin. Di mana kebutuhan itu semuanya bisa dua hingga tiga kali lipat,” paparnya. [yog/but]

Tag : tni

Komentar

?>