Sabtu, 17 Nopember 2018

Inflasi Indonesia Melambat

Selasa, 03 Oktober 2017 15:24:20 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Inflasi Indonesia Melambat
Foto ilustrasi.

Surabaya (beritajatim.com) - Indonesia kembali melambat untuk empat bulan berturut-turut pada bulan September ini mencapai level terendah sejak Maret karena penurunan harga pangan.

Harga konsumen meningkat 0.13% MoM di bulan September sehingga inflasi tahunan menurun menjadi 3.72%. Walaupun inflasi semakin melambat di kuartal terakhir 2017, Bank Indonesia diprediksi tidak akan mengubah suku bunga setelah memangkas suku bunga dua kali berturut-turut sebesar 0.25%.

Menurut Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM, mata uang pasar berkembang mengalami tekanan di hari Senin karena Dolar terapresiasi. Rupiah mungkin akan menghadapi lebih banyak risiko penurunan di jangka pendek karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini semakin meningkat.

Sterling merosot di Q4, emas meredup


Pound Sterling mengalami awal yang sulit di sesi perdagangan hari Senin setelah data sektor manufaktur Inggris lebih lemah dari ekspektasi dan menyiratkan bahwa ekonomi negara ini mungkin kehilangan momentum.

Pertumbuhan sektor manufaktur Inggris Raya melambat di bulan September, ditandai oleh Purchasing Managers' Index yang menurun dari level Agustus 56.7 menjadi 55.9. Laporan ini memperburuk kekecewaan dari data PDB Q2 Inggris yang lesu pekan lalu mencapai level terendah sejak 2013. Memasuki kuartal trading terakhir di tahun 2017, GBP mungkin kesulitan dan terpapar risiko penurunan karena data ekonomi yang lemah dan ketidakpastian Brexit amat membebani mata uang ini.

Dari sudut pandang teknikal, GBPUSD ini mengalami tekanan jual signifikan pada grafik harian.Breakdown tegas dan penutupan harian di bawah 1.3300 dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut menuju 1.3150.

Referendum Catalonia menghantam Euro


Euro melemah terhadap Dolar di hari Senin karena ketidakpastian situasi politik di Spanyol. Catalonia mengadakan referendum kemerdekaan di hari Senin yang menunjukkan bahwa 90% pemilih menginginkan kemerdekaan, dengan tingkat partisipasi sebesar 42.3%. 

Perkembangan situasi di Spanyol membangkitkan kembali ketidakpastian politik di Eropa sehingga Euro berpotensi mengalami tekanan jual lebih lanjut. Kurs Dolar yang kuat juga memegang peran penting dalam penurunan EURUSD yang diperdagangkan di kisaran 1.1740 pada saat laporan ini dituliskan. USD lambat laun merebut kembali tahtanya karena peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS sehingga tren naik mingguan EURUSD saat ini terancam berakhir.

Dari sudut pandang teknikal, EURUSD bulls tampak mulai melemah dan dapat kehilangan kendali di grafik mingguan jika harga berada di bawah 1.1680.Breakdown di bawah level ini dapat mendorong penurunan lebih lanjut menuju 1.1600 dan kemudian 1.1500.

Sorotan komoditas - Emas


Emas meredup pada sesi Senin karena investor memasuki kuartal terakhir 2017 dengan optimis. Penurunan ini diperburuk oleh USD yang menguat dan peningkatan ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang menjadi motivasi bagi bears untuk mengadakan aksi jual. Logam mulia ini mencapai penutupan harian di bawah $1300 sehingga bearsmungkin menyeret harga kembali ke $1240 pada kuartal ini dan bahkan lebih rendah lagi.

Dari sudut pandang teknikal, emas bearish pada rentang waktu mingguan. Penurunan di bawah $1280 dapat membuat harga semakin melemah menuju $1267 pekan ini.

"Perdagangan produk dengan leverage seperti forex dan CFD melibatkan risiko tingkat tinggi. Jangan pertaruhkan modal apabila kerugiannya tidak dapat Anda tanggung. Kerugian yang lebih besar dari investasi awal Anda dapat saja terjadi. Jangan melakukan perdagangan sebelum Anda memahami secara menyeluruh derajat eksposur sesungguhnya akan risiko kerugian. Selalu perhatikan tingkat pengalaman Anda saat melakukan perdagangan. Harap cari saran finansial independen apabila Anda belum memahami sepenuhnya tentang risiko yang ada," ungkap Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM. [rea/but]

Tag : ekonomi

Komentar

?>