Kamis, 23 Nopember 2017

Pemkab Kediri dan Alfamart Latih Manajemen Pengelolaan Ritel 90 Pelaku UMKM

Kamis, 14 September 2017 10:40:01 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Pemkab Kediri dan Alfamart Latih Manajemen Pengelolaan Ritel 90 Pelaku UMKM

Kediri (beritajatim.com) - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk menggelar Pelatihan Managemen Ritel Bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pendopo Kabupaten Kediri.

Pelatihan ini diikuti oleh 90 pelaku usaha kecil menengah dan pedagang toko di Kabupaten Kediri.

Pelatihan dibuka langsung Kepala DPMPTSP Kabupaten Kediri Indra Taruna. Dalam sambutannya, pihaknya berharap pelatihan dapat meningkatkan managemen pengelolaan.

"Pertumbuhan pelaku UMKM di Kabupaten Kediri cukup bagus. Dengan pelatihan ini, kami berharap dapat menambah wawasan mereka sehingga bisa tumbuh lebih baik lagi," kata Kepala DPMPTSP Indra Taruna.

Dalam pelatihan ini, Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri dan Alfamart menjadi narasumbernya. Para pelaku UMKM dan toko kelontong diberikan materi perihal pengelolaan managemen ritel.

"Pelatihan semacam ini sudah kami gelar tiga kali di Kediri. Dua kali di Kota Kediri dan untuk Kabupaten Kediri baru sekali ini. Ke depan setidaknya setahun sekali, karena jumlah pedagang kecil di Kabupaten Kediri cukup banyak," ujar Corporate Communications Regional Manager PT Sumber Alfaria Trijaya M. Faruq Asrori.

Melalui pelatihan ini, Alfamart ingin berbagi ilmu tentang ritel modern. Pelatihan ini penting karena berkaitan dengan pasar bebas. Pihaknya ingin pedagang kecil di Kabupaten Kediri lebih maju.

"Berbicara mengenai managemen pengelolaan pada intinya ada tiga dasar. Jika bapak - ibu bisa melaksanakannya, maka bisa surfive. Pertama, managemen keuangan, kedua cara mendisplay barang yang menarik. Ditata supaya menarik, dan lampunya harus terang. Lalu yang ketiga adalah pelayanan konsumen. Kasir dituntut untuk berpenampilan menarik," beber Faruq.

"Sebetulnya visi alfamart adalah menjadi jaringan ritel terkemuka. Kami membutuhkan bapak - ibu pedagang kelontong. Kita di luar negeri banyak. Ke depan kami berharap bapak ibu bisa jadi member dan syukur syukur bisa menjadi alfamart," jelasnya.

Data dari Alfamart, jumlah outlet binaan Alfamart secara Nasional mencapai 47.500. Sementara jumlah member dari pedagang kecil sekitar 5000 an.

Alfamart memiliki program baru untuk pelaku usaha yang ingin bergabung salah satunya program Oba Plus atau outlet binaan Alfamart. Oba plus lebih pada warung update. Warung kelontong yang dirubah tampilannya.

Untuk modal ukuran kecil 1 X 2 meter kurang lebih Rp 25 juta. Bentuknya warung kelontong rombong di pinggir jalan. Dapat produk dan tempat sesuai kriteria alfamart.

"Untuk pelayanan kita punya tim di lapangan kunjungan rutin seminggu sekali. Tidak perlu kulakan di pasar. Kita lakukan order dan dikirim lalu kita bantu display. Sedangkan untuk ukuran 2 X 3 meter investasi Rp 40 juta," bebernya. (nng/ted)

Berita Terkait

    Komentar

    ?>