Senin, 23 Oktober 2017

Putus Listrik Sepihak, PLN Kediri Didatangi Puluhan Warga

Rabu, 13 September 2017 17:48:43 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Putus Listrik Sepihak, PLN Kediri Didatangi Puluhan Warga

Kediri (beritajatim.com) – Lantaran jaringan listriknya diputus sepihak, puluhan warga Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri menggeruduk Kantor PLN Area Pelayanan Jaringan (APJ) Kediri di Jalan Basuki Rahmad Kota Kediri, Rabu (113/9/2017). Warga merasa dirugikan oleh PLN akibat pemutusan sepihak tersebut.

Sedikitnya ada 41 orang warga yang mengalami pemutusan listrik secara sepihak dari PLN. Kejadian ini berlangsung sejak Agustus kemarin. Warga dianggap melakukan pencurian terhadap listrik. Padahal mereka merasa tidak pernah melakukannya. Sementara akibat kejadian ini, aktivitas warga menjadi terganggu.

“Kami meminta PLN Kediri bertanggung jawab atas pemutusan listrik sepihak ini,” desak Bagus Wibowo, selaku Kuasa Hukum warga Desa Ngadi. Kedatangan warga ke PLN untuk menuntut PLN menghidupkan kembali listrik yang sudah diputus, mengembalikan nama baik warga karena tuduhan pencurian daya listri, serta penertiban struk pembayaran tagihan listrik.

Kedatangan warga secara beramai-ramai ini langsung ditemui oleh manager PLN APJ Kediri. Dalam audiensi, pihak PLN menerima aspirasi warga. Tetapi sayangnya dari audensi itu, PLN hanya menyetujui tiga rumah warga yang akan kembali dinyalakan. PLN akan melakukan pendataan dan pengecekan kembali dilapangan terkait rumah warga yang diputus aliran listriknya. 

Sis Sumarsanto, selaku Manager PLN APJ Kediri membantah melakukan tuduhan terhadap warga telah mencuri daya listrik. Selain itu pemutusan listrik tersebut dalam pelaksanannya dikerjakan oleh pihak ketiga dengan didampingi petugas PLN area Kediri. "Kami tidak pernah menuduh warga mencuri listrik," jelas Sis.

Biasanya, imbuh Sis, pemutusan dilakukan PLN karena warga menyalahi aturan yang ada. Salah satunya adanya kabel berlubang di jaringan kabelnya. Namun, untuk permasalahan di Desa Ngadi dirinya enggan menjelaskan secara detail apa kesalahan dan pelanggaran yang terjadi. "Kami tidak bisa menyebut kesalahan yang dilanggar oleh warga," pungkasnya. [nng/but]

Tag : pln

Komentar

?>