Senin, 23 Oktober 2017

Begini Cara Pemkab Malang Tingkatkan Harga Jual Tanaman Coklat

Selasa, 12 September 2017 14:46:03 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Begini Cara Pemkab Malang Tingkatkan Harga Jual Tanaman Coklat

Malang (beritajatim.com) - Penurunan harga jual tanaman coklat (Kakao-red) di Kabupaten Malang, membuat para petani Kakao pun merana.

Padahal, sebaran tanaman coklat oleh petani coklat sejak puluhan tahun silam, punya lahan luas diatas seribu hektar.

Lahan coklat yang paling subur dengan kulitas tinggi berada di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Dampit, Kecamatan Tirtoyudo dan Kecamatan Ampelgading. Sudah sejak puluhan tahun lamanya, komoditi Kakao dari wilayah Malang Selatan ini, menjadi primadona ditingkat pasar.

"Kondisinya sangat memprihatinkan. Kakao petani rakyat satu kilogramnya hanya dihargai Rp 16 ribu oleh tengkulak. Padahal harga bisa sampai Rp 34 ribu untuk kakao asalan," ungkap Yohannes, Selasa(12/9/2017), seorang Mantri Tani dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang juga seorang petani coklat itu.

Untuk meningkatkan harga jual tanaman Kakao, Pemkab Malang melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) setempat mencoba menggandeng Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Indonesian Coffe and Cocoa Research Institute (ICCRI) dan Uni Eropa.

Tujuannya adalah, meningkatkan pemahaman petani dalam berbudidaya Kakao jenis unggulan secara massif. Serta, pengolahan pasca panen dan jaringan pemasaran dalam dan luar negeri.

"Kita lakukan kemitraan ini agar petani rakyat Kakao kembali membudidayakannya. Outputnya adalah, peningkatan kesejahteraan petani," kata Nasri Abdul Wahid selaku Kepala DTPHP Kabupaten Malang.

Kata dia, saat ini dua kelompok petani rakyat Kakao sudah berada dalam pendampingan oleh GPEI yang terhubung dengan UE dan ICCRI. Mereka berada di desa Kepatihan dan Sukodono, Kecamatan Dampit dengan jumlah petani mencapai ratusan orang.

"Kemitraan mengembalikan kejayaan kakao Kabupaten Malang dilakukan secara bertahap. Durasi pendampingan sampai 4 tahun," terang Nasri. (yog/ted)

Tag : coklat

Komentar

?>