Jum'at, 20 Juli 2018

Harga Anjlok, Cabai Dibiarkan Membusuk di Pohon

Jum'at, 08 September 2017 20:32:14 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Harga Anjlok, Cabai Dibiarkan Membusuk di Pohon

Bojonegoro (beritajatim.com) - Daun pohon cabai masih terlihat hijau. Beberapa namun juga sudah ada daun yang mulai menguning. Buah cabai masih banyak dibiarkan menggantung di pohon. Sehingga banyak yang busuk dan kering. Tanah guludan juga terlihat kering, karena hujan sudah tiga bulan terakhir tidak turun.

Salah seorang petani asal Desa Kali Cilik, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Saikona (60) mengungkapkan, banyak cabai yang membusuk di pohon itu memang sengaja tidak dipanen. Sebab, harga jual cabai kini mengalami penurunan. Saat ini dia menjual cabai perkilo senilai Rp8 ribu.

Selain karena harganya sudah mengalami penurunan, menurut dia, karena pohon lombok tidak bisa bertahan lama. Pohon tersebut akan mati jika sudah berbuah sekali. Mulai dari menanam hingga berbuah biasanya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. "Kalau mau dipanen ya masih bisa tapi butuh tenaga dan biaya lagi," ungkapnya.

Sedangkan, di ladangnya sendiri, yang seluas kurang lebih seperempat hektare itu dia belum pernah melakukan panen. Musim tanam cabai yang dilakukan petani yang memiliki lahan di Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu memang tidak bersamaan. Ada petani yang sudah panen juga ada yang masih dalam masa perawatan.

"Kalau untuk biaya produksi, bibit dan perawatan lahan seluas seperempat hektare ini habiiaya Rp3 juta," terangnya.

Lahan miliknya itu, biasanya setiap tahun ditanami tembakau. Namun, tahun ini Saikona memilih untuk menanam cabai jenis Imola karena sudah tiga kali panen berturut-turut tembakaunya tidak laku. [lus/ted]

Tag : harga cabai

Komentar

?>