Senin, 23 Oktober 2017

Sumenep Makin Memikat Wisatawan Mancanegara

Senin, 04 September 2017 11:04:37 WIB
Reporter : Temmy P.
Sumenep Makin Memikat Wisatawan Mancanegara
Turis mancanegara berkunjung ke Sumenep dan disambut tarian tradisional. [Foto: temmy/bj.com]

Sumenep (beritajatim.com)--Sebanyak 98 wisatawan mancanegara (Wisman) kembali mengunjungi sejumlah obyek wisata di Sumenep. Mereka berasal dari beberapa negara, di antaranya Brazil, Jerman, Filipina, Canada, dan Australia.

Dengan menggunakan kapal pesiar, para turis asing itu mengunjungi Pantai 9 Kecamatan Giligenting, Masjid Jamik, dan Museum Keraton di Kota Sumenep.

Tiba di depan Keraton Sumenep, para wisman disambut dengan musik tradisional Sumenep 'Uldaul', lengkap dengan kendaraan hiasnya.

Selain itu, para turis juga disambut dengan tari-tarian tradisional. Bahkan sejumlah turis asing itu ikut menari, mengikuti 'lenggang-lenggok' tubuh sang penari.

"Kunjungan para wisman ini merupakan kunjungan kesembilan. Masih ada tiga kali lagi kunjungan para turis asing yang dibawa 'travel agent' yang sudah bekerja sama dengan kami hingga akhir tahun ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Sumenep, Sufiyanto, Senin (4/9/2017).

Menurutnya, satu hal yang membanggakan adalah diperpanjangnya kontrak kunjungan para turis asing ke Sumenep hingga 2019 dengan frekuensi yang lebih tinggi.

Artinya, di tahun berikutnya, kunjungan para wisman tidak hanya satu bulan sekali, namun bisa lebih dari itu.

"Dari hasil evaluasi mereka, Sumenep punya nilai lebih dibanding daerah-daerah lain. Karena itu, mereka memastikan akan memperpanjang kontrak kunjungan para wisman ke Sumenep," ujarnya bangga.

Setiba di dalam Keraton Sumenep, para turis asing kembali disuguhi tarian tradisional "Rokat Pandhaba Lema'", yang menceritakan tentang budaya tradisional Sumenep yang disebut 'rokat'.

Selain itu, para wisman juga disuguhi minuman khas Sumenep seperti poka' atau minuman jahe dan gula siwalan, kemudian makanan khas Sumenep seperti apen, getas, dan rengginang lorjuk.

"Kami juga mendatangkan para perajin keris dan batik tulis. Para turis asing ini bisa melihat langsung bagaimana pembuatan keris, dan juga bisa ikut mencoba membatik tulis dengan alat tradisional berupa canting," terangnya. [air/tem]

Tag : pariwisata

Komentar

?>