Rabu, 27 September 2017

PayTren Jadi Trend pembayaran Baru

Senin, 21 Agustus 2017 23:26:50 WIB
Reporter : Renni Susilawati
PayTren Jadi Trend pembayaran Baru

Surabaya (beritajatim.com) - Financial teknologi (fintech) saat ini sedang marak di Indonesia. Kegunaannya pun beragam, mulai dari pembayaran tagihan, listrik, air, telepon dan pembayaran lainnya kini sudah banyak menggunakan aplikasi berbasis fintech. Dan kini layanan perbankan syariah pun mulai menggunakan fintech sebagai salah satu layanan utama.

Menurut Imron Mawardi, pengamat Perbankan Syariah dari Unair terdapat puluhan fintech yang akan dan sudah beroperasi di Indonesia, termasuk berbasis layanan syariah. Namun masih sedikit yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan(OJK). Jenisnya juga beragam, diantaranya peer to peer dan Crowd founding. Perusahaan Crowd founding sendiri kini lebih dari 50 yang beroperasi di Indonesia.

"Kenyataan ini tidak bisa dihindari karena trend perbankan semua mengarah ke cashless dan fintech menjadi solusi bagi perbankan. PayTren, bisa masuk menjadi salah satu fintech dan sudah mendapatkan sertifikasi syariah dari MUI. Ini sudah kuat dari sisi legalitas dan keamanan," kata Imron Mawardi dalam Seminar Ekonomi Syariah yang digelar Harian Duta Senin (21/8/2017).

Imron menambahkan, PayTren salah satu sistim loket pembayaran online yang sudah mendapatkan sertifikasi syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tidak mudah bagi MUI untuk memberikan sertifikat syariah kepada PayTren, minimal ada 12 kriteria yang harus dilalui.

"Kini PayTren tidak hanya loket pembayaran online, namun berkembang degan jenis layanan lain karena Paytren sudah memiliki SIM L, siup yang menjadi syarat penjualan berjenjang," tandas Imron. [rea/suf]

Komentar

?>