Sabtu, 21 Oktober 2017

Pengembangan Bandara Jember, Sebesar Ini Uang Anggaran Pemerintah

Minggu, 13 Agustus 2017 17:13:23 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pengembangan Bandara Jember, Sebesar Ini Uang Anggaran Pemerintah

Jember (beritajatim.com) - Pemerintah pusat akan menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah untuk pengembangan Bandara Notohadinegoro, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan dana itu akan digunakan untuk perpanjangan landasan pacy dan perluasan terminal. Pembangunan akan dimulai pada 2018 dan selesai pada 2019. "Butuh waktu dua tahun," katanya, aat jumpa pers seusai acara pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 7, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (13/8/2017).

Jokowi sudah menyampaikan kepada Bupati Faida agar tak mengkhawatirkan masalah anggaran, karena itu menjadi urusan pemerintah pusat. Kelak, Bandara Notohadinegoro akan menjadi sub embarkasi haji dan umrah.

Masalah lahan bandara pun, menurut Jokowi, tidak ada masalah. "Sudah kita cek semuanya. Tinggal pelaksanaan tahun 2018. Anggarannya kurang lebih Rp 350-400 miliar, selama dua tahun," katanya.

Bandara Notohadinegoro dirintis Bupati Samsul Hadi Siswoyo dan mulai dibuka pada 9 Januari 2005. Saat itu, Presiden Keempat RI Abdurrahman Wahid datang bersama Menteri Perhubungan Hatta Rajasa bersama Bupati Samsul Hadi Siswoyo. Setelah itu, bandara tersebut tak digunakan lagi.

Jumat (29/8/2008), pesawat tipe LET 410 buatan Cekoslowakia berkapasita 18 orang mendarat dari Surabaya dalam rangka Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ). Pesawat itu disewa selama tiga bulan oleh Bupati MZA Djalal. Namun setelah itu, bandara kembali mangkrak. Baru pada 2014, maskapai penerbangan Garuda Indonesia membuka penerbangan komersial yang disusul maskapai Wings Air pada Agustus 2017.

Bupati Faida dan Wakil Bupati Abdul Muqit Arief menjanjikan saat kampanye pemilihan kepala daerah, akan menjadikan bandara itu sebagai embarkasi haji untuk kawasan Indonesia timur. Belakangan janji itu direvisi dari embarkasi menjadi embarkasi antara, karena kondisi bandara yang tidak memungkinkan. [wir/but]

Komentar

?>