Minggu, 22 Oktober 2017

Ini Penjelasan Pemerintah tentang Utang Luar Negeri

Jum'at, 11 Agustus 2017 16:42:58 WIB
Reporter : -
Ini Penjelasan Pemerintah tentang Utang Luar Negeri

Jakarta (beritajatim.com) - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah asumsi bahwa Indonesia masuk dalam kondisi darurat utang.

"Utang kita sebagian besar dibeli oleh WNI. Bahkan dalam tabungan bisa diinvestasikan di Surat Utang Negara (SUN). Hal ini sama dengan negara yang modern dimana lebih banyak alternatif investasi," ujar Sri Mulyani dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Dikatakan, alasan kembali ke Indonesia karena merasa bisa bermanfaat bagi negeri ini. Terutama berkontribusi dalam membenahi perekonomian, melalui penyusunan APBN yang kredibel dan sehat. "Saya kembali ke Indonesia karena saya berpikir saya bisa bermanfaat. Saya ingin APBN yang kredibel dan sehat," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menjelaskan, negara maju pun tidak ada yang bebas dari utang. Namun demikian, bukan berarti opsi utang sebagai menjadi satu-satunya solusi dalam pembiayaan pembangunan.

Ia melihat secara realistis bahwa target pemasukan negara dari pajak belum memenuhi kebutuhan belanja dan investasi Indonesia yang tidak bisa ditunda.

"Saya ingin bertanya ada tidak negara yang tidak punya utang? Singapore utangnya lebih lebih kecil atau lebih besar? (Bagaimana dengan) Amerika, Jepang? Saya tidak bilang kita ingin mengikuti mereka dengan utang yang besar," kata ex Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Idealnya kata dia, belanja dibiayai negara sendiri melalu pajak, namun karena penerimaan pajak tidaklah yang diharapkan. Para pendiri bangsa mencitakan untuk memiliki sumber daya sendiri melalui pajak.

"(Namun) kebutuhan belanja banyak dan tidak bisa ditunda. Utang digunakan untuk investasi sehingga ekonomi masyarakat memiliki kemampuan yang produktif dan ekonomis, katanya. [ipe]

Sumber : Inilah.com
Tag : ekonomi

Komentar

?>