Rabu, 16 Agustus 2017

Tekan Harga Semen di Papua, Ini Strategi Semen Indonesia

Jum'at, 11 Agustus 2017 13:32:52 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Tekan Harga Semen di Papua, Ini Strategi Semen Indonesia
Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia (berkacamata) saat peninjauan pasokan semen di Timika. [Foto: air/bj.com]

Timika (beritajatim.com)-- Sinergi 5 Badan Usaha Milik Negara (BUMN): PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pelni (Persero), PT Pelindo IV (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Pos Indonesia (Persero), untuk mengurangi disparitas harga semen di Provinsi Papua, telah mulai babak baru. Pada Agustus ini, pengiriman semen dengan harga terjangkau ke Papua tiba di Pelabuhan Timika.

Pers rilis PT Semen Indonesia yang diterima beritajatim.com, menyebutkan, pada Kamis (10/8/2017) kemarin telah dilakukan peninjauan kesiapan logistik datangnya kapal perdana yang mengangkut semen dari Makassar. Peninjauan dilakukan ke terminal Cargo Bandara Mozes Kilangin dan pelabuhan Pomako.

Peninjauan ini dipimpin Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementrian BUMN, Fajar Harry Sampurno. Ikut mendampingi dalam peninjauan tersebut Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia, Ahyanizzaman serta Direktur Komersial PPI, Trisilo Ari Setyawan.

Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa secara prinsip semua logistik sudah siap, mulai dari semen, pelabuhan, bandara serta pesawatnya. "Besok (hari ini) kita akan lihat juga kesiapan toko pengecer," katanya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Supply Chain Semen Indonesia Ahyanizzaman mengatakan, bahwa untuk program ini menggunakan produk salah satu anak usaha Semen Indonesia yaitu Semen Tonasa. Pengiriman perdana dari Makassar ke pelabuhan Timika dengan volume 312 ton.

Sedangkan pengiriman semen dari Timika ke Wamena melibatkan TNI AU dengan pesawat Herculesa yang mampu memuat semen hingga 12 ton dengan satu kali penerbangan per minggu.

“Dengan menggunakan Hercules ini diharapkan dapat menekan biaya logistik udara ke Wamena, di mana tidak ada akses lain menuju ke Wamena kecuali melalui jalur udara. Adapun unit pesawat lain juga dipersiapkan untuk pendukung pasokan ke Wamena dengan melibatkan maskapai pesawat kargo komersil, yaitu TriMG, yang mampu melakukan pengiriman 31 ton per hari," terang Ahyanizzaman.

Di Wamena, PT. Semen Indonesia (Persero) bersama PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) akan melakukan pengendalian dan pengawasan atas semen yang tersebar di pasar. Adapun dalam penyaluran semen kepada pelanggan akhir, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia akan bekerjasama dengan pengusaha lokal untuk mengantarkan semen ke kabupaten pegunungan melalui jalur darat.

Kabupaten pegunungan yang dimaksud adalah: Jayawijaya, Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Nduga, Yalimo, dan Membramo Tengah. Jalur darat ketujuh kabupaten tersebut telah terkoneksi satu sama lain.

Ahyanizzaman menambahkan, disparitas harga Semen di Jawa dan Papua saat ini berada di angka yang cukup tinggi. Harga semen di Jawa secara rata-rata Rp 60 ribu per sak, sedangkan harga semen di Papua pegunungan seperti Puncak Jaya berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per sak.

“Tingginya harga semen di Papua disebabkan terhambatnya distribusi akibat sulitnya transportasi. Dengan menggandeng empat BUMN di bidang logistik tersebut, biaya distribusi semen diharapkan bisa lebih efisien sehingga harga semen nantinya lebih murah," katanya.

Sebab, tambahnya, pengiriman akan dilakukan secara terintegrasi melalui jalur darat, laut, hingga udara. Kerja sama diprioritaskan untuk pengiriman semen ke daerah di Papua yang tingkat disparitasnya tinggi. [air]

Komentar

?>