Minggu, 22 Oktober 2017

Ekspektasi Besar SI: Korporasi Material Building Level Asia

Senin, 07 Agustus 2017 14:27:38 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Ekspektasi Besar SI: Korporasi Material Building Level Asia
Plt Dirut Semen Indonesia, Darmawan Junaidi (kiri). [Foto: deni/bj.com]

Gresik (beritajatim.com)--Produsen semen nasional dengan kode emiten SMGR atau lebih dikenal PT Semen Indonesia (persero) Tbk, mempunyai ekspektasi besar sebagai perusahaan 'material building' di kawasan benua Asia.

Penegasan itu disampaikan Plt Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Darmawan Junaidi di sela-sela tasyakuran HUT PT Semen Gresik ke 60 di Gresik, Senin (7/08/2017).

"Plan kita ke depan bukan lagi menjadi pemain di pasar regional, tapi merambah ke kawasan benua Asia sebagai pemain utama di perusahaan material building," ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, lanjut Darmawan, perseroan telah mengembangkan usaha terkait dengan bisnis hilirnya. Salah satu yang dilakukan di antaranya mengakuisisi anak usaha SGG Prima Beton menjadi Semen Indonesia Beton.

Selanjutnya, anak usahanya yang bergerak di sektor logistik, yakni PT Varia Usaha menjadi PT Semen Indonesia Logistik (Silog) serta mengoptimalkan keberadaan PT Semen Indonesia Internasional (SII).

"Sebelum merambah ke Asia, kami terus memperkuat semua lini bisnis di kawasan Asean. Harapannya, dengan strategi itu akan memudahkan Semen Indonesia melompat menjadi perusahaan material building terbesar," tuturnya.

Ia menjelaskan, terkait ekspektasi jadi perusahaan material building, nantinya yang maju bukan hanya pabrik semen saja. Tetapi, semua anak usaha akan fokus di bidangnya masing-masing. Tujuannya, menjadi leader bukan hanya di industri semen, tapi juga di industri logistik.

Saat ditanya penjualan semen di tahun 2017 yang dinilai kurang membaik, Darmawan mengatakan, dilihat secara makro dan rasio dari Bank Indonesia, pihaknya masih tetap optimistis. Sebab, dari angka-angka yang dilaporkan menunjukkan, pertumbuhan ekonomi pergerakannya diprediksi naik tipis dari 5,2 persen naik menjadi 5,4 persen.

"Tahun 2017 penjualan kami hanya tumbuh 10 persen, karena oversupply dan banyaknya pemain baru sehingga harga jadi tertekan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Semen Indonesia," paparnya.

Hingga Januari sampai Mei 2017, penjualan Semen Indonesia tercatat sebesar 11,5 juta ton. Melambatnya penjualan tersebut, karena belum banyak proyek besar secara nasional, termasuk dari pemerintah. Serapan semen dengan brand Semen Indonesia masih didominasi penjualan ritel. [air/dny]

Komentar

?>