Jum'at, 22 September 2017

Keamanan Sudah Layak

Penerbangan Komersil Bandara Trunojoyo Tunggu Analisa Bisnis

Rabu, 02 Agustus 2017 23:52:49 WIB
Reporter : Temmy P.
Penerbangan Komersil Bandara Trunojoyo Tunggu Analisa Bisnis

Sumenep (beritajatim.com) - Bandara Trunojoyo Sumenep telah dinyatakan layak dari sisi keamanan dan keselamatan, untuk disinggahi pesawat jenis ATR 72.

"Beberapa waktu lalu, divisi Safety, Security and Quality (SSQ) Wings Air telah melakukan 'assessment' di Bandara Trunojoyo. Hasilnya, dari sisi keamanan dan keselamatan penerbangan, layak untuk pesawat berkapasitas penumpang 70 orang," kata kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Wahyu Siswoyo, Rabu (2/8/2017).

Wings Air telah meminta 'slot time'  untuk melayani penerbangan komersil dari Bandara Trunojoyo. Bahkan pada Sabtu (22/7/2017), Wings Air telah melakukan terbang percobaan di Bandara Trunojoyo.

"Dari sisi teknis operasi, Bandara Trunojoyo ini sudah dinyatakan layak. Terbang percobaan sudah, assesment divisi SSC sudah. Dan semuanya menyatakan layak dari sisi operasi," ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, untuk merealisasikan penerbangan komersil, tinggal menunggu hasil analisa bisnis dari divisi niaga. Beberapa hal yang dibahas dalam analisa bisnis tersebut diantaranya tarif tiket dan kemungkinan jumlah penumpang.

"Kalau soal 'bisnis plan', itu sudah si luar kewenangan kami. Soal niaga merupakan ranah operator penerbangan. Kami dari otoritas bandara hanya bertugas menyiapkan dari sisi teknis operasi penerbangan," terangnya.

Sejak Mei 2015, Bandara Trunojoyo menjadi salah satu bandara di Jawa Timur yang menjadi bagian dari jalur penerbangan pesawat perintis. Operator penerbangan perintis yang memanfaatkan Bandara Trunojoyo Sumenep mulai Januari 2016 adalah PT Airfast Indonesia, dengan pesawat terbang jenis Twin Otter DHAC 300 berkapasitas 15 penumpang.

Rute penerbangan perintis yang dilayani pesawat milik PT Airfast Indonesia adalah Sumenep-Surabaya dan sebaliknya, Surabaya-Bawean dan sebaliknya, Surabaya-Karimunjawa dan sebaliknya, serta Karimunjawa-Semarang dan sebaliknya, dengan frekuensi dua kali penerbangan dalam sepekan. [tem/suf]

Komentar

?>