Rabu, 17 Oktober 2018

Dirut PT Petrokimia Gresik: Jadi Petani itu Bangga

Senin, 24 Juli 2017 17:49:55 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Dirut PT Petrokimia Gresik: Jadi Petani itu Bangga
Dirut PT Petrokimia Gresik, Nugroho Christijanto

Gresik (beritajatim.com) - Dirut PT Petrokimia Gresik, Nugroho Christijanto menyatakan jadi petani itu harus bangga dan tidak boleh malu.

Pasalnya, petani di jaman sekarang bukan petani seperti dulu. Petani saat ini, wajib memiliki wawasan dan pengetahuan karena men-support kebutuhan pangan nasional.

"Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang pertanian. Kami memiliki kewajiban moral untuk turut mendukung regenerasi petani, dan menarik minat generasi muda untuk menjadi petani sukses," ujar Nugroho Christijanto saat membuka Jambore Petani Muda 2017 di Wisma Kebomas Gresik, Senin (24/07/2017).

Ia menambahkan, untuk merangsang menarik minat generasi muda masuk ke sektor pertanian. Diperlukan upaya memperbanyak pendidikan vokasi pertanian pada perguruan tinggi.

Langkah ini diambil guna mendorong lebih banyak lagi tenaga kerjadi di sektor pertanian.

"Salah satu upaya kami lakukan adalah melalui kegiatan seperti ini sebagai ajang sharing bertukar ilmu pengetahuan maupun informasi terhadap petani yang sukses," tambahnya.

Diakui Nugroho, memang ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa pemuda tidak tertarik masuk ke sektor pertanian. Salah satu penyebabnya adalah pendapatan yang rendah.

Sebab, rata-rata pendapatan rumah tangga petani hanya Rp 14 juta pertahun. Rendahnya, pendapatan ini disebabkannya panjangnya mata rantai tata niaga pertanian.

Belum lagi, masalah rendahnya pendidikan petani dan faktor usia. "Yang terpenting saat ini bagaimana membuat keluarga petani bahagia dan lebih sejahtera. Baik itu peningkatan akses, kepemilikan lahan, pemanfaatan sarana serta prasarana, dan harga yang baik," tuturnya.

Sementara, penggagas pelatihan anak tani remaja (PATRA) Imam Soedjono menuturkan, perkembangan petani yang tergabung dalam PATRA melambat. Hal ini sangat memprihatinkan mengingat 10 tahun kedepan jika tidak dipersiapkan generasi muda di sektor ini. Indonesia akan mengalami krisis petani.

"Kondisi ini harus dikritisi jika tidak ingin Indonesia kekurangan petani," paparnya.

Pada kegiatan jambore petani muda kali ini. Diikuti 100 peserta dari berbagai daerah diantaranya Jatim, DI Yogyakarta, Jabar, Banten, Kalimantan, Sulawesi serta 20 alumni Petro muda masuk desa (PMMD) yang merupakan karyawan muda PG. [dny/ted]

Komentar

?>