Jum'at, 15 Desember 2017

Pelaku UMKM Ingin Jadikan La Nyalla Bapak UMKM Jatim

Jum'at, 21 Juli 2017 00:51:49 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Pelaku UMKM Ingin Jadikan La Nyalla Bapak UMKM Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawa Timur (Jatim) yang tergabung dalam 15 organisasi UMKM bersepakat menobatkan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai Bapak UMKM Jatim. Keputusan tersebut diambil dengan meilihat besarnya kontribusi La Nyalla dalam meningkatkan pertumbuhan UMKM Jatim.

"Pada kesempatan ini kami bersama seluruh teman-teman UMKM di Jatim, ingin memberikan anugerah kepada Bapak La Nyalla Mahmud Mattalitti sebagai Bapak UMKM Jatim karena selama ini telah terbukti menunjukkan komitmennya yang tinggi dalam penguatan sektor UMKM," ujar Ketua Panitia Halal bi Halal UMKM dengan Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti, sekaligus Ketua Perkumpulan Perempuan Wira Usaha Indonesia (Perwira) Jatim Faridah Ariani di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Kamis (19/7/2017)

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dalam tujuh tahun terakhir sektor UMKM di Jatim mengalami pertumbuhan sangat pesat. Jumlah usaha tumbuh signifikan dari 4, 2 juta pada 2008 menjadi 6,8 juta pada 2016. Pesatnya pertumbuban tersebut menurut pengakuannya adalah berkat arahan dan pembinaan dari seluruh stake-holder UMKM, khususnya dari Kadin Jawa Timur.

"Saya sendiri dan beberapa teman yang hadir di sini, sudah membuktikan beberapa kali terlibat dalam rombongan besar yang dimotori Kadin Jatim untuk melakukan trade mission ke sejumlah provinsi lain, bahkan ke mancanegara, dan hasilnya sangat dirasakan oleh UMKM," tambahnya.

Tidak hanya itu, perhatian Kadin Jatim di bawah kepemimpinan La Nyalla terhadap UMKM juga diberikan berupa pelatihan-pelatihan, baik aspek peningkatan kualitas mutu, akses permodalan, Hak Kekayaan Intentektual (HAKI) sampai pelatihan soal penguatan manajerial perusahaan.

"Kami atas nama teman-teman UMKM di Jatim mengucapkan banyak terimakasih. Mudah-mudahan Kadin Jatim bisa terus melanggengkan pembinaan terhadap UMKM, dan diharapkan kontribusi sektor UMKM ke depan terhadap perekonomian Jatim bisa lebih besar lagi. Kami sangat senang mendengar tentang kemauan keras Pak La Nyalla untuk ikut running pada Pilgub Jatim 2018. Harapan kami pak La Nyalla bisa terpilih sebagai Gubernur Jatim, sehingga bisa memberikan harapan yang lebih jelas bagi kehidupan UMKM ke depan," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, La Nyalla mengucapkan terimakasih atas anugerah dan dukungan UMKM Jatim kepada dirinya untuk ikut dalam bursa pencalonan Gubernur Jatim. Ia berjanji jika nanti terpilih sebagai Gubernur Jatim, ia akan memberikan dukungan penuh kepada sektor UMKM dan membuka seluas-luasnya akses permodalan, akses pasar, peningkatan mutu produk, dan penguatan manajerial perusahaan.

"Karena jika UMKM makin kuat, maka kontribusinya terhadap PDRB Jatim dan penyerapan tenaga kerja juga makin besar. Sehingga dengan demikian struktur perekonomian Jatim akan semakin kuat, dan konsolidasi makro mikronya bisa memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat," ujar La Nyalla.

Ia mengatakan, Kadin Jatim di bawah kepemimpinannya selama inii telah banyak melakukan pembinaan terhadap UMKM, dan telah membukakan akses pasar UMKM seluas-luasnya ke banyak provinsi di Indonesia, bahkan ke mancanegara.

"Ini bagian dari komitmen saya dalam memajukan sektor UMKM. Apalagi selama ini UMKM telah terbukti memberikan sumbangan sangat besar terhadap perekonomian Jatim, yang ditandai dengan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar 54,9%. Ini sangat luar biasa," terang La Nyalla.

Selain itu, sektor UMKM di Jatim juga telah berkontribusi sangat besar terhadap penyerapan tenaga kerja, yakni di atas 90 persen. Sehingga berkat UMKM, struktur perekonomian Jatim menjadi kokoh dan selalu tumbuh di atas rata-rata nasional. Pada 2016 ekonomi Jatim tumbuh 5,3 persen, dan pada 2017 diprediksi tumbuh 5,7 persen.

Hanya saja, kontribusi UMKM yang besar itu kurang diikuti oleh pemihakan yang besar pula dari pemeritah, terutama untuk akses permodalan dan pasar. Meski demikian sektor UMKM tetap bisa tumbuh. Bahkan dalam situasi ekonomi lesu sekalipun, UMKM masih bisa  menunjukkan kemajuan dan kemandiriannya.

"Memang tidak mudah bagi UMKM untuk memenuhi persyaratan perbankan dalam mengakses permodalan. Karena perbankan sendiri juga harus tunduk kepada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga struktur permodalan UMKM secara umum masih terbatas," katanya.

Dalam kondisi demikian, harusnya pemerintah daerah mengambil peran aktif untuk membuka akses permodalam UMKM. Misalnya dengan menempatkan sebagian alokasi dana APBD ke dalam bank - yang peruntukannya dikhususkan sebagai kredit bagi UMKM dengan suku bunga murah.

Direktur Utama Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI, Kemas Daniel dalam kesampatan itu mengatakan bahwa selama ini pemerintah telah memberikan akses permodalan bagi UMKM melalui dua mekanisme, yaitu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kedua melalui Lembaga Penyaluran Dana Bergulir (LPDB).

KUR dan LPDB ini sangat berbeda. Jika sumber pendanaan KUR murni dari perbankan yang dikucurkan kepada UMKM dengan bunga 9%, maka LPDB adalah kredit yang dikucurkan kepada koperasi dan UMKM dengan menggunakan dana APBN. Suku bunga LPDB juga sangat ringan, 0,35 persen per bulan untuk pinjaman berbasis koperasi dan sebesar 0,2 persen per bulan atau 2,5 persen per tahun untuk pinjaman berbasis UMKM.

Ada beberapa poin tujuan dalam pembentukan LPDB. Pertama untuk penguatan modal bagi koperasi dan UMKM, mengentaskan pengangguran dan kemiskinan serta meningkatkan kinerja ekonomi nasional. Dan selama ini, LPDB sudah menyalurkan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk koperasi dan UMKM di Jatim, utamanya di sektor perkebunan tebu yang mencapai Rp 500 miliar melalui BPD Jatim.

"Jadi saya mengimbau kepada para pelaku UMKM dan industri kreatif untuk bisa mengakses dana bergulir ini mengingat bunga sangat kecil. Dan ini harus dimanfaatkan. Jika pelaku UMKM Jatim ingin mengetahui bagaimana persyaratan dan cara pengajuannya, LPDB siap datang," pungkasnya. [rea/suf]

Tag : umkm jatim

Komentar

?>