Sabtu, 25 Nopember 2017

Garam Mahal, Harga Ikan Asin di Banyuwangi Naik

Sabtu, 15 Juli 2017 12:20:19 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Garam Mahal, Harga Ikan Asin di Banyuwangi Naik

Banyuwangi (beritajatim.com) – Mahalnya harga garam ternyata turut berimbas penjualannya di Banyuwangi. Selain mahal, keberadaan garam di Bumi Blambangan juga mulai sulit dicari dan langka.

Kondisi tersebut berakibat langsung pada sektor produksi ikan asin yang berada di Pelabuhan Ikan Muncar. Beberapa hari terakhir, sejumlah pengrajin mengaku kesulitan mendapatkan garam untuk mengasini ikan.

"Sudah seminggu ini harganya naik dari Rp 3500 sekarang sudah mencapai Rp 4500 sampai Rp 5000 perkilogram," ungkap Totok yang tinggal di Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Sabtu (15/7/2017).

Akibatnya, kata Totok, hal ini mempengaruhi proses penjualan terhadap pasar. Secara otomatis, meningkatnya harga garam akan mengangkat nilai jual ikan asin tersebut.

"Mau tidak mau, kita juga harus naikkan harga jual ikan asin yang kita produksi. Ya ini yang bisa kita lakukan untuk mengimbangi harga garam," ucapnya.

Dalam sekali produksi, Totok biasanya hanya mampu menyediakan bahan baku ikan sebanyak 1,5 ton. Dari jumlah itu, garam yang dibutuhkan untuk membuat ikan asin sebanyak 5 kuintal. Itu sudah menjadi takaran pasti saat para pengrajin melakukan proses produksi.

"Dari 1,5 ton ikan nanti dapatnya paling tinggal 1 ton ikan asin kering. Produksi tergantung pasokan ikan juga, kalau sekarang juga masih langka ikannya," ungkapnya.

Sementara ini, harga jual ikan asin di tingkat produsen atau pengrajin telah naik Rp 5000 perkilogram. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak adanya kenaikan harga dan langkanya garam di pasaran.

"Sekarang harganya itu Rp 30 ribu, naik dari biasanya kan hanya Rp 25 ribu perkilo. Itu paling mahal sudah, untuk jenis ikan layang. Kalau ikan jenis teri itu malah lebih mahal Rp 45 ribu, ikan petek kemarin laku Rp 14 ribu," ujarnya.

Harga ikan asin itu, lanjut H. Anton pengrajin lain, memang diakui dipengaruhi oleh naiknya dan langkanya harga garam. Tetapi dirinya juga tak memungkiri jika, cuaca juga berandil besar dalam mempengaruhi proses pasar.

"Kalau cuacau bagus sehari atau dua hari itu bisa langsung kering, tapi kalau cuaca kayak gini bisa lama. Ini juga membuat biaya produksi semakin naik," terangnya.

Ikan asin di tempat ini biasa untuk mencukupi kebutuhan di berbagai kawasan daerah di Jawa Timur dan Bali. Jumlah pengiriman bisa mencapai 6 ton perhari, tergantung hasil produksi ikan asin. [rin/suf]

Tag : garam

Komentar

?>