Kamis, 27 Juli 2017

Bandara Banyuwangi Jadi Penyangga Ngurah Rai Bali

Sabtu, 15 Juli 2017 08:09:48 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bandara Banyuwangi Jadi Penyangga Ngurah Rai Bali
Bandara Banyuwangi, konsep bandara udara hijau pertama di Indonesia. [Foto: rindi/bj.com]

Banyuwangi (beritajatim.com)--Rencana BUMN pengelola bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mengelola Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, terus dimatangkan. Tim AP II sudah mengunjungi Banyuwangi untuk melakukan verifikasi aset yang ada di bandara dengan konsep terminal hijau pertama di Indonesia tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Kusiyadi mengatakan, saat ini tiga pihak, yaitu Kemenhub, AP II, dan Pemkab Banyuwangi terus berkoordinasi. Tahapannya, telah dilakukan inventarisasi fasilitas apa saja yang akan ditambah di bandara.

"Koordinasi dilakukan untuk menyiapkan pola kerja sama dalam pengelolaan bandara," kata Kusiyadi.

Dari hasil dari verfikasi tersebut, lanjut Kusyadi, akan diserahkan pada Kemenhub. "Dari laporan itu juga, akan diketahui bagaimana pola kerja sama yang bisa dilakukan dengan Angkasa Pura II," kata Kusiyadi.

Kusiyadi mengatakan, strategi pengelolaan Bandara Banyuwangi nantinya akan berbeda dengan bandara lainnya. Konsep Green Airport yang dicanangkan Banyuwangi menjadi unggulan dalam pola pengembangan bandara.

"Pengelolaan Bandara Banyuwangi nantinya akan berbeda dengan bandara lainnya. Karena Banyuwangi ini bandaranya sangat spesifik, peran pemerintah daerah juga menonjol. Jadi akan dipikirkan polanya," ujarnya.

Dia optimistis, dengan sinergi para pihak itu, bandara Banyuwangi bisa terus berkembang, bahkan bisa menjadi penyangga utama Bandara Ngurah Rai, Bali. "Jadi nanti saling dukung di antara para pemangku kepentingan tersebut. Kami yakin bisa makin pesat kemajuannya," kata dia.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pengembangan bandara menjadi salah satu kunci mendorong kemajuan daerah. Pemerintah daerah mendukung apapun keputusan Pemerintah Pusat terkait pengembangan Bandara Banyuwangi. Selama ini, bandara tersebut dikelola Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kementerian Perhubungan, dan direncanakan akan dikelola AP II.

"Bandara sangat bergantung ke Pemerintah Pusat. Hampir seluruhnya adalah kewenangan Pemerintah Pusat. Jadi kami dalam posisi mendukung apapun keputusan Pemerintah Pusat soal pengembangan bandara Banyuwangi ke depannya," ujar Anas.

Bandara Blimbingsari, Banyuwangi mulai beroperasi 2010 lalu. Sejak 2014, pemerintah daerah mengembangkan terminal baru berkonsep hijau pertama di Indonesia dengan dana APBD Banyuwangi dan Pemprov Jatim.

Dari tahun ke tahun, progres jumlah penumpang di bandara tersebut terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016.

Saat ini, frekuensi penerbangan di bandara tersebut adalah empat kali sehari, yaitu rute Surabaya-Banyuwangi tiga kali per hari dan rute Jakarta-Banyuwangi sekali per hari. Maskapai yang melayani rute ini adalah Garuda Indonesia, Wings Air, dan NAM Air. [air/rin]

Komentar

?>