Selasa, 25 Juli 2017

Garam Langka dan Mahal, Pengusaha Penyamak Kulit Kelimpungan

Jum'at, 14 Juli 2017 20:28:42 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Garam Langka dan Mahal, Pengusaha Penyamak Kulit Kelimpungan
H Thoriq, pengusaha Garam

Lumajang (beritajatim.com) - Pengusaha penyamak kulit di Lumajang menjerit akibat langka dan mahalnya harga garam di pasaran serta petani dalam sebulan terakhir. Akibatnya usahanya terancam tidak bisa produksi.

"Kalau garam hilang dipasaran, kita sebagai penyamak kulit terancam gulung tikar dan merugi," kata H Thoriq pemilik Pabrik Penyamak Kulit Nogosari Leatters pada wartawan ditemui dikantornya, Jum'at(14/7/2017).

Menurut dia, saat ini dirinya kehabisan stok garam, sedangkan kulit kambing serta sapi yang berada di tangan tengkulak siap dikirim. Jika seminggu tidak ada stok garam untuk produksi, dirinya bisa rugi besar dan tutup.

"Saat ini saya mencari garam untuk menyelamatkan kulit yang akan disetor tengkul, meski harga 5 ribu akan saya beli. agar stok kulit untuk produksi selamat," ungkap pri yang juga Ketua Assosiasi Penyamak Kulit Jawa Timur.

Thoriq mengaku sudah mengetahui garam akan mulai langka dipasaran pada Bulan Februari 2017. Namun, bisa terpenuhi meski sudah diatas harga normal garam Rp. 800 - Rp.1.000.

"Kalau tidak ada garam, bagaimana bisa mengawetkan kulit, karena garam salah satu bahan bagus untuk kulit menjadi samak," jelasnya.

Kejadian langkah dan mahalnya garam, tambah Thoriq dikeluhkan 20 pabrik besar penyamak kulit kambing dan sapi. Bahkan, ratusan penyamak kulit tradisional juga terancam gulung tikar dengan mahalnya garam.

"Jujur saya, kita berbisnis dikulit sangat tergantung dengan garam dalam menjadi kualitas," pungkasnya.(har/ted)

Tag : garam

Komentar

?>