Rabu, 23 Agustus 2017

Pajak Tebu 10 Persen

Pengusaha Tebu: Lebih Baik Pupuk Tanpa Subsidi Berlaku Ketimbang Narik Pajak

Senin, 10 Juli 2017 16:46:25 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara
Pengusaha Tebu: Lebih Baik Pupuk Tanpa Subsidi Berlaku Ketimbang Narik Pajak
H Zaini Pengusaha Tebu

Malang (beritajatim.com) - Pengusaha tebu yang tinggal di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, H Zaini Ilyas beranggapan pajak pertambahan nilai 10 persen bagi petani tebu, dianggap membunuh petani.

Baik petani berskala kecil dengan lahan seperempat hektar tanaman tebu hingga puluhan hektar, sangat berdampak akan tarif pajak tebu 10 persen.

“Dengan pajak tebu 10 persen ini, saya yakin tidak hanya pengusaha tebu skala besar yang kena imbasnya. Masyarakat yang punya lahan tebu seperempat hektar saja pun juga kena imbasnya. Pajak ini sangat membunuh keberlangsungan hidup petani tebu,” ungkap Haji Zaini, sapaan akrabnya, Senin (10/7/2017).

Dimatanya, Haji Zaini berpandangan, pemerintah lebih baik menerapkan pupuk tanpa subsidi ketimbang harus menarik pajak 10 persen. “Mendingan pupuk tanpa subsidi saja tidak ada masalah. Dengan catatan, pemerintah harus mengkontrol biaya produksi yang dikeluarkan petani tebu berapa. Karena yang beli tebu kan pabrik.Sementara pabrik gula dibawah naungan pemerintah juga. Karena tidak ada instruksi pajak pun, petani tebu kadang merugi kok,” bebernya.

Harapan petani tebu sebenarnya tidak terlalu tinggi. Cukup ada kenaikan harga tebu diatas Rp 50 ribu per kwintalnya saja (saat ini harga tebu berkisar Rp 47 ribu per kwintalnya-red), petani sudah bisa bernafas lega.

Namun jika hari ini pajak tebu 10 persen diterapkan, PT Rajawali sebagai kepanjangan tangan pemerintah pun pasti tahu seperti apa nasib petani tebu jika pajak tersebut tetap diberlakukan.

“PT Rajawali sebagai kepanjangan tangan pemerintah tahu kok seperti apa nasib petani tebu hari ini. Harga per kwintal hanya Rp.47 ribu. Sementara biaya produksi mahal, untuk hal ini, pabrik saya kira sangat paham. Karena mereka juga punya lahan sendiri dan menanam sendiri pastinya,” pungkas Haji Zaini. (yog/ted)

Tag : petani tebu

Komentar

?>