Selasa, 24 Oktober 2017

Dorong Ekonomi Kreatif, Bekraf Ajak Pemkot Malang Kerjasama

Selasa, 20 Juni 2017 23:40:09 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Dorong Ekonomi Kreatif, Bekraf Ajak Pemkot Malang Kerjasama

Malang (beritajatim.com) - Tim Pemeringkatan Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) di bawah naungan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kota Malang.

Pemerintah Kota Malang mengajukan diri untuk dilakukan uji petik terhadap 3 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi prioritas. Namun dua subsektor yakni Game Aplikasi dan Kuliner dijadikan fokus andalan Pemkot Malang dengan PMK3I Bekraf.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di ruang sidang Balai Kota Malang, dan dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang Moch Anton serta Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkrawi, Selasa (20/6/2017).

Kota Malang menjadi salah satu dari 40 kota/kabupaten yang sudah didatangi oleh Tim PMK3I untuk mendorong ekonomi kreatif. Beberapa kota besar lain di luar pulau Jawa, seperti Samarinda, Banjarmasin, dan Balikpapan sudah didatangi oleh PMK3I.

Sedangkan di pulau Jawa beberapa diantaranya yakni, Pekalongan, Batang hingga Pemalang juga sudah mendapatkan uji petik dari tim tersebut.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Sungkari mengatakan, dua subsektor yang dijadikan andalan Kota Malang berdasarkan penilaian dari tim yang independen disamping keterlibatan para ahli dan akademisi. Sehingga diharapkan Kota Malang menjadi percontohan terbaik di Indonesia dalam hal mendorong ekonomi kreatif.

"Uji petik sudah kita lakukan di berbagai daerah termasuk di Kota Malang, dengan harapan ekonomi kreatif ini mampu menjadi solusi dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Hari Sungkari.

Hari menyebut, kerjasama ini merupakan bentuk komitmen dari Pemkot Malang dan Bekraf untuk fokus mengembangkan dua sektor yang sudah diputuskan dalam uji petik yakni Game Aplikasi dan Kuliner. "Penandatanganan ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah meningkatkan ekonomi kreatif," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Moch Anton mengungkapkan, potensi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang memiliki sendi penopang yang sangat kuat. Selain potensi sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dari para anak muda kreatif yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF), kehadiran 55 perguruan tinggi sebagai sarana pengembangan dari sisi akademis juga sangat mendukung.

"Waktu awal Pemkot Malang membentuk MCF, kita sudah melihat potensi besar itu, sehingga saat ini bisa ditunjukkan hasil nyata," kata Anton.

Pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang mencapai angka 5,6 persen dengan tingkat inflasi yang cukup rendah yakni 2,6 persen, menunjukkan jika selama ini berbagai sektor termasuk sektor ekonomi kreatif berperan di dalamnnya.

"Kota Malang memiliki penduduk yang padat, dan masalah besar dari segi ekonomi adalah inflasi, namun dengan adanya anak muda kreatif ini angka inflasi kita masih lebih rendah dibandingkan Provinsi Jawa Timur," papar Anton.

Dalam kesempatan tersebut, Abah Anton juga menekankan jika selama ini 16 subsektor ekonomi kreatif di Kota Malang sudah berjalan dengan baik. Namun, fokus kepada beberapa sektor yang menjadi andalan memang perlu dilakukan. Sehingga pemerintah mengajukan tiga jenis andalan di dunia ekonomi kreatif untuk dilakukan uji petik. "Pemkot Malang akan berkomitmen untuk itu," tandasnya. [luc/suf]

Tag : perekonomian

Komentar

?>