Rabu, 18 Oktober 2017

Ada Mobil Terguling dalam Kapal, Menhub Datangi Pelabuhan Ketapang

Sabtu, 17 Juni 2017 23:18:19 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Ada Mobil Terguling dalam Kapal, Menhub Datangi Pelabuhan Ketapang

Banyuwangi (beritajatim.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau kesiapan angkutan lebaran di Banyuwangi, Sabtu (17/6/2017). Satu yang menjadi perhatiannya, selain saranan dan prasarana selama mudik di Pelabuhan Ketapang adalah safety atau keamanan.

“Kedatangan saya ke Banyuwangi ingin memastikan kesiapan sarana dan prasarana penyeberangan jelang arus mudik. Sarana jadi perhatian kita karena beberapa waktu lalu ada mobil yang terguling di dalam kapal,” kata Menhub Budi, Sabtu (17/6/2017).

Pada kunjungannya ini, Menhub mencoba melakukan pengecekan dengan naik dalam kapal penumpang KMP Dewana Dharma. Menhub, melihat kondisi kapal dan mengecek tali pengikat truk dan mobil (lashing).

"Safety menjadi prioritasnya untuk semua jenis transportasi perjalanan bagi para pemudik baik darat, laut dan udara. Khusus untuk Pelabuhan Ketapang lashing mobil dan truk di dalam kapal menjadi perhatian khusus," tegasnya.

Pasalnya, kata Budi, dari hasil pengamatan dalam kapal, memang perlu ada evaluasi. Terutama terhadap lashing-lashing truk ataupun mobil.

"Karena kita tidak tahu kondisi tertentu apakah tenang atau ada ombak. Saya berharap ada sistem lasing yang lebih baik selain masalah develop service,” ujarnya.

Beda halnya dengan pemudik yang menggunakan motor. Menurutnya, keberadaan motir di dalam kapal tak menjadi masalah. Namun, yang perlu dikhawatirkan yakni keamanan saat pemudik roda dua tersebut melakukan perjalanan di darat.

“Kami menghimbau kalau bisa jangan menggunakan roda dua. Kalaupun iya, jangan berjalan sendiri, pengendara roda dua juga tidak boleh membawa penumpang maupun bawaan yang melebihi kapasitas dan harus beristirahat dua jam sekali,” ungkapnya.

Menhub juga meminta keamanan penyeberangan ditingkatkan dengan meminta operator bekerjasama intensif dengan pihak kepolisian.

Sementara itu Direktur PT.  Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (persero), Faik Fahmi mengatakan, pihaknya memastikan pemasangan lashing telah mengikuti peraturan yang ada.

“Intinya urusan keselamatan adalah kewajiban, pemasangan lashing merupakan  mandatory yang wajib kami perhatikan. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama. Secara intens kita melakukan pengecekan pemasangan lashing dan memastikan kualitas tali-talinya,” tutup Faik. [rin/but]

Komentar

?>