Senin, 24 Juli 2017

Bantuan PKH Non Tunai Lengkapi Program Pengentasan Kemiskinan di Banyuwangi

Minggu, 11 Juni 2017 21:46:26 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Bantuan PKH Non Tunai Lengkapi Program Pengentasan Kemiskinan di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) - Sebanyak 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapat bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH). Penyerahan bantuan itu dilakukan langsung oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di kantor Kecamatan Kalibaru, Minggu (11/6/2017).

Selain itu, Mensos juga memberikan hadiah pada 10 siswa berprestasi anak dari penerima PKH. Penyerahan tersebut, Mensos didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Menurut Bupati Anas, sebelumnya Banyuwangi juga mengembangkan program inovatif dalam mendukung pengentasan kemiskinan. Sehingga inovasi itu melengkapi program PKH dari pemerintah pusat tersebut.

"Kami telah membentuk UGD Kemiskinan yang merupakan payung dari program kemiskinan kami. Dalam program itu setiap aduan masyarakat mulai rumah yang tidak layak huni, butuh bantuan kebutuhan primer, kesehatan, hingga anak-anak putus sekolah harus diselesaikan dengan cepat. Berkat program-program yang sinergis dengan pusat, kini angka kemikinan di Banyuwangi menurun lagi menjadi 8,79 persen," kata Bupati Anas dalam sambutannya.

Anas melanjutkan, penyelesaian masalah kemiskinan  tersebut tidak lagi harus diselesaikan di tingkat kabupaten, namun sudah didelegasikan ke tingmat desa.

"Banyak mandatory yang kami limpahkan ke desa, ini juga seiring dengan meningkatnya dana transfer ke desa," jelas Anas.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemberian bansos yang diberikan pemerintah dalam bentuk non-tunai merupakan wujud nyata kepedulian dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

"Bantuan diberikan kepada keluarga kurang mampu, juga untuk ibu hamil untuk perbaikan gizi dan bantuan untuk membiayai kebutuhan anak sekolah di keluarga kurang mampu," ujarnya.

Mensos juga meminta, bantuan yang bisa dicairkan melalui bank pemerintah itu digunakan dengan bijak agar tepat sasaran sesuai program Kemensos. Pihaknya juga memberikan arahan agar bantuan tersebut dapat digunkan sesuai kebutuhan utama warga.

"Begitu uangnya dicairkan, jangan digunakan untuk membeli barang atau kebutuhan konsumtif lain. Jangan dihabiskan untuk Lebaran, marena sejatinya ini untuk kepentingan sekolah," katanya.

Usai penyerahan itu, Khofifah juga terlihat meninjau langsung cara pencairan dana tersebut. Warga yang datang bisa langsung mengambil dana bantuan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) milik bank yang telah bekerja sama.

Berdasarkan data, jumlah penerima Kartu Keluarga Sejahtera Banyuwangi yang diserahkan Mensos sebanyak 350 penerima untuk pencairan tahap satu dan dua sebesar Rp 1 juta per penerima manfaat. Total penerima manfaat PKH di Banyuwangi mencapai 38.208 KPM.

Jumlah bantuan selama setahun sebanyak Rp1.890.000 per penerima manfaat dengan periode pencairan empat kali. [rin/but]

Komentar

?>