Jum'at, 24 Nopember 2017

Wujud Hotel Bintang 4 di Banyuwangi dengan Balutan Arsitektur Khas Using

Rabu, 24 Mei 2017 21:44:11 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Wujud Hotel Bintang 4 di Banyuwangi dengan Balutan Arsitektur Khas Using

Banyuwangi (beritajatim.com) - Hadirnya hotel baru dengan konsep khas budaya Banyuwangi menambah pilihan bagi para pelancong yang akan datang ke Bumi Gandrung. Ini merupakan, hotel yang kesekian kalinya mengambil tema kearifan lokal.

Mulai dari lobi hotel yang seperti bangunan Pendopo Banyuwangi, lantai keramik dan lampu tempel motif batik Banyuwangi Gajah Uling, penamaan ruangan menggunakan potensi lokal, hingga lukisan kamar lokasi-lokasi Banyuwangi.

Hotel itu adalah EL Royale Hotel Banyuwangi dari jaringan EL Group yang mulai trial open pada Rabu (24/5/2017). EL Hotel terletak di Jalan Raya Banyuwangi-Jember Km7, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

"Gapura depan juga adopsi gaya Majapahit, mewakili budaya wilayah Selatan Banyuwangi yang konon ada turunan prajurit Majapahit," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi El Royale Hotel, Rabu (24/5/2017).

Anas mengatakan, perkembangan pariwisata Banyuwangi diiringi dengan jumlah wisatawan yang semakin melonjak di Banyuwangi. Hadirnya El Royale bisa membantu kebutuhan kamar hotel di Banyuwangi. Termasuk untuk kebutuhan beragam event MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition).

"Setiap tahun kunjungan wisata di Banyuwangi terus meningkat. Wisatawan yang hadir di Banyuwangi tidak hanya berwisata, namun acara studi banding pemerintahan hingga menggelar seminar sudah mulai ramai di sini," jelas Anas.

Selama tahun 2016 lalu, terdapat lebih dari 24.000 orang yang mengunjungi  Banyuwangi dari berbagai instansi pemerintahan seluruh Indonesia untuk studi banding. Tahun ini, hingga Maret 2017, sudah lebih dari 100 instansi pemerintahan dan swasta yang berkunjung ke Banyuwangi. Satu instansi rata-rata membawa 80 rombongan. Mereka mayoritas ke Banyuwangi untuk mempelajari sejumlah inovasi, terutama penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di mana Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapat nilai A atau tertinggi.

"Itu belum termasuk wisatawan yang memang ingin berlibur di Banyuwangi, yang mencapai lebih dari 75.000 wisatawan mancanegara pada tahun lalu. Belum wisatawan domestik yang jumlahnya jauh lebih banyak," ujar Anas.

Menurut Anas, keberadaan hotel baru ini juga bisa memberikan alternatif lebih bagi para wisatawan. Mengingat beragamnya wisatawan yang hadir di Banyuwangi, mulai dari ala backpacker, komunitas, hingga wisatawan keluarga.

"Di Banyuwangi kami juga gencar mengembangkan homestay. Hotel ini akan memberikan pilihan banyak bagi wisatawan. Bisa jadi yang pernah nginap di homestay, sekarang ingin merasakan kelas bintang 4 bisa di El Royale ini," jelas Anas.

Sementara itu, General Manager EL Royale Hotel Iwan Sumantri, mengatakan, pihaknya tertarik untuk berinvestasi di Banyuwangi, karena pertumbuhan ekonomi yang tumbuh pesat.

Iwan mengatakan, mulai 24 Mei akan menjalani trial open di Banyuwangi. Soft opening akan dilakukan 21 Juni. Adapun Grand Opening akan digelar pada Agustus 2017. Fasilitas yang terdapat dalam hotel ini ballroom dengan daya tampung 1000 orang, enam meeting room, gym, dan 152 kamar.

"Selama masa trial, kami siapkan 52 kamar, dan restoran," kata Iwan. [rin/but]

Tag : hotel

Komentar

?>