Selasa, 23 Mei 2017

Perbankan Diminta Perlakukan Nasabah dengan Manusiawi

Jum'at, 19 Mei 2017 17:43:55 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Perbankan Diminta Perlakukan Nasabah dengan Manusiawi
Bukri Ketua Komisi B, DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) - Komisi B DPRD Jember meminta kepada kepada pihak perbankan agar memperlakukan nasabah secara lebih manusiawi. Otoritas Jasa Keuangan diminta ikut memediasi sengketa antara perbankan dengan nasabah agar selesai secara kekeluargaan agar nasabah tak dirugikan.

Ketua Komisi B Bukri mengaku mendapat keluhan dari salah satu nasabah sebuah Bank Perkreditan Rakyat (BPR). "Keluarganya sudah puluhan tahun menjadi nasabah, lalu sang ayah meninggal dunia," katanya.

Setelah sang ayah meninggal dunia, utang sebesar Rp 395 juta ditanggung sang anak dan sudah dibayar sebagian. "Tinggal Rp 116 juta. Ini sudah berjalan selama delapan bulan dan minta perpanjangan masa pinjaman. Namun tidak diperbolehkan pihak bank, dan akhirnya aset rumah yang dijaminkan pun dilelang," kata Bukri.

Keluarga nasabah sebenarnya memperkirakan aset tersebut senilai Rp 400 juta. "Tapi dilelang dengan nilai Rp 145 juta. Nasabah terkejut, karena kalau itu dijual sendiri, nilai rumah lebih besar," kata Bukri. Nasabah meminta Komisi B untuk memediasi persoalan. Nasabah berharap, rumah itu bisa dijual sendiri dan bukannya dilelang, sehingga kelebihan harga jual bisa dinikmati mereka.

Menurut Bukri, untuk membatalkan lelang, butuh waktu lama. "Saya minta agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak bank saya harap manusiawi. Ini tidak ada apraisal, karena apraisal ada kalau nilai aset Rp 1 miliar ke atas. Jadi nilainya terserah bank mau dihargai berapa. Saya minta OJK agar ini diselesaikan dan nasabah tak terlalu dirugikan," katanya. [wir/ted]

Tag : perbankan

Komentar

?>